Hukum Jual Beli di Masjid

Soal:

“Banyak masjid di Amerika terdiri dari ruang utama yang dipergunakan untuk shalat dan beberapa ruangan yang menempel dengan masjid. Apakah diperbolehkan mengadakan transaksi jual beli untuk kepentingan masjid di ruangan-ruangan tersebut? Bolehkah mengadakan transaksi jual beli di ruangan yang dipergunakan untuk shalat? Bolehkah mempromosikan barang dagangan ataupun jasa di ruangan tersebut?”

Jawab:

Al Lajnah Ad Daimah menjawab:

“Tidak boleh mengadakan transaksi jual beli ataupun promosi barang dagangan di ruangan yang dipergunakan untuk shalat jika ruangan tersebut adalah bagian dari masjid.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ

“Jika kalian mengetahui ada orang yang melakukan transaksi jual beli di masjid maka ucapkanlah ‘moga Allah tidak memberikan keuntungan dalam perdaganganmu” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لَا رَدَّهَا اللَّهُ عَلَيْكَ

“Siapa saja yang mendengar ada orang yang mengumumkan barang yang hilang di masjid maka hendaknya dia berkata, moga Allah tidak mengembalikan barang tersebut kepadamu.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Sedangkan status ruangan selain tempat shalat perlu mendapatkan rincian:
a. Jika ruangan itu ada di bagian dalam pagar masjid maka ruangan tersebut statusnya adalah masjid. Hukum jual beli di tempat tersebut sebagaimana hukum jual beli di ruangan shalat.
b. Jika ruangan tersebut ada di luar pagar masjid- meski pintu masuk ruangan tersebut menempel dengan pagar masjid- maka ruang tersebut tidak berstatus sebagai masjid.

Dalil rincian ini adalah rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihuni oleh ‘Aisyah itu pintunya menempel di tembok masjid namun tidak berstatus sebagai masjid.”

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Ibnu Baz selaku ketua dan Syaikh Abdurrazaq Afifi selaku wakil ketua.
Sumber: Fatawa Lajnah Daimah jilid 6 hal 282-283 terbitan Dar Balansiah Riyadh, cetakan ketiga tahun 1421 H. Dari fatwa no 11967 Pertanyaan ketiga.


Artikel www.ustadzaris.com dimuat kembali di Soal dan Jawab dengan mengambil bagian Fatwa Lajnah Daimah saja

About these ads

2 comments on “Hukum Jual Beli di Masjid

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s