Hukum Ber-KB

Soal:

Apa hukum membatasi keturunan/jumlah anak?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Saya melihat bahwa orang yang membatasi keturunan/jumlah anaknya tanpa alasan/sebab syar’i (sebab/alasan yang diperbolehkan oleh syari’at -Pent). Adalah seorang yang dungu jika ia adalah orang yang beriman kepada taqdir/ketentuan dan keputusan Allah عزّوجلّ.

Karena orang yang membatasi jumlah anaknya hanya tiga orang misalnya, sedang usianya lima puluh tahun, orang ini tidak terbersit dalam hatinya “kematian”, atau datang angin kencang yang menyerang dan mengambil semua anaknya, lalu hiduplah dia seorang diri tanpa keturunan.

Maka mereka yang membatasi jumlah anak, mereka tidak berfikir sesuatu yang menjadi pikiran setiap muslim, yaitu taqdir (Allah) yang berperan mengatur manusia sekehendak-Nya, dan bukan mereka yang mengatur taqdir sekehendak mereka. Orang yang demikian pada hakikatnya sangat lalai dan (apa yang di lakukannya) suatu yang jelas keharamannya

Sumber :

Biografi Syaikh al-Albani, penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 225-226.

Baca juga:
e-Book Hukum KB_Keluarga Berencana

Iklan