Hukum Membongkar Kuburan

Soal:

Apakah boleh membongkar kuburan orang-orang muslim?, dan bukan orang-orang kafir?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Tentunya terdapat perbedaan antara membongkar kuburan orang muslim dan membongkar kuburan orang kafir.

Adapun membongkar kuburan orang muslim tidak di bolehkan, kecuali jika bangkainya telah punah dan hancur, hal tersebut di sebabkan karena pembongkaran kuburan dapat mengakibatkan patah atau hancurnya bangkai dan tulang orang yang di kuburkan, padahal Nabi صلي الله عليه وسلم telah bersabda :

كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang seorang mukmin yang telah mati sama dengan mematahkannya ketika ia hidup”.

Dengan demikian seorang mukmin memiliki kehormatan sesudah wafatnya sebagaimana kehormatannya ketika masih hidup, dan tentunya kehormatan ini dalam batasan dan ketentuan syari’at.

Sedangkan membongkar kuburan orang kafir di boleh-kan, karena mereka tidak memiliki kehormatan. Hal ini berdasarkan hadits yang terdapat dalam shahih al-Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم tatkala hijrah dari Makkah ke Madinah, yang pertama kali beliau kerjakan adalah membangun Masjid Nabawi yang ada hingga hari ini. Di tempat ini terdapat sebuah kebun milik beberapa anak yatim dari kaum Anshor, yang di dalamnya ada kuburan orang-orang musyrikin. Maka Rasulullah صلي الله عليه وسلم berkata kepada mereka : “tentukanlah harga kebun kalian padaku” artinya jual lah kebun kalian padaku sesuai dengan harganya. Mereka menjawab :

هُوَ للهِ وَلِرَسُوْلِهِ لاَ نُرِيْدُ ثَـمَنَهُ

“Kebun itu untuk Allah dan Rasul-Nya, kami tidak menginginkan harganya “.

Di kebun ini ada beberapa lubang dan ada pula kuburan orang-orang musyrikin, maka Nabi صلي الله عليه وسلم memerintahkan supaya kuburan diratakan dan lubang-lubang supaya di tutup, dan di hamparkan tanah di atasnya, lalu beliau membangun Masjid Nabawi di atas tanah kebun itu.

Dengan demikian pembongkaran kuburan ada dua jenis, membongkar kuburan orang muslimin tidak di perbolehkan. Sedang membongkar kuburan orang-orang kafir di perbolehkan. Dan saya telah memberi isyarat pada jawaban di atas, bahwa membongkar kuburan orang muslim tidak di bolehkan, kecuali bangkainya telah hancur lebur. Dan telah menjadi tanah. Kapankah ini terjadi?. Tentunya berbeda pada setiap negeri sesuai dengan jenis tanah. Pada padang pasir yang kering, bangkai mampu bertahan lama hingga beberapa tahun yang di kehendaki Allah عزّوجلّ.

Sedang pada jenis tanah yang lembab atau basah, bangkai lebih cepat hancur dan punah. Oleh sebab itu tidak mungkin membuat patokan yang tepat untuk membatasi beberapa tahun tertentu bagi punahnya jasad manusia (di kuburnya). Pepatah mengatakan:

أَهْلُ مَكَّةَ أَدْرَى بِشِعَابِـهَا

“Penduduk Makkah lebih mengetahui jalan-jalannya”.

Maka orang yang menguburi (jenazah) pada sebuah tanah, dia lebih mengetahui waktu yang di perkirakan bagi punah atau hancurnya bangkai jenazah itu. (al-Ashaalah 10, hal : 41-42)

Sumber :

Biografi Syaikh al-Albani, penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 228-230.

Iklan