Wanita Menumpang Taksi

Soal:

Apakah seorang wanita yang menumpang sebuah taksi bersama supir taksi yang bukan mahramnya, termasuk khalwat (berduaan) yang di haramkan oleh syari’at Islam ?

Bagaimana hukumnya jika penumpangnya dua orang wanita, apakah terlarang juga?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Seorang wanita yang menumpang sebuah taksi bersama supirnya yang bukan mahramnya, memiliki kesamaan dengan khalwat, dalam beberapa hal yang biasanya terjadi ketika berkhalwat. Hal seperti itu pun di khawatirkan terjadi ketika menumpang sebuah taksi bersama supir yang bukan mahromnya tanpa kehadiran orang ketiga. Dalam kasus ini saya tidak menganggapnya sebagai khalwat, akan tetapi sebagai “pembangkit fitnah”. Dan fitnah tersebut tidak akan muncul dalam gambaran kedua, ketika dua orang wanita mengendarai sebuah taksi atau seorang wanita dan seorang laki-laki sebagai penumpang. Fitnah yang akan terjadi dalam kondisi kedua (ketika penumpang taksi dua orang wanita~pent) lebih jauh dari gambaran yang pertama. (al-Ashaalah 10, hal: 39)

Sumber :

Biografi Syaikh al-Albani, penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 230.

Iklan