Mengqadha Puasa Ramadhan Setelah Puasa Syawwal

Soal:

Jika seorang pemudi mengerjakan puasa enam hari bulan Syawwal untuk mengqadha (mengganti) puasa Ramadhan yang terluput, apakah puasa enam hari itu hanya (sebagai ganti puasanya yang terluput itu) saja, ataukah sekaligus dihitung sebagai puasa syawwal?

Jawab:

Syaikh Ibnu Jibrin رحمه الله menjawab:

Telah diriwayatkan dari Nabi صلي الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ بِسِتٍّ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lalu berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.”[1]

Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan wajibnya menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu, karena puasa Ramadhan ini hukumnya wajib. Setelah yang wajib digenapkan, barulah ditambah puasa sunnah enam hari pada bulan Syawwal

Jadilah puasa yang dialkukan itu seperti puasa satu tahun penuh. Dalam hadits yang lain:

“Puasa Ramadhan sama dengan berpuasa sepuluh bulan dan puasa enam hari pada bulan Syawwal sama dengan berpuasa selama dua bulan”

Maksudnya, setiap satu kebaikan Allah lipat gandakan menjadi sepuluh kali. Oleh karena itu, barang siapa yang berpuasa pada sebagian hari dan meninggalkan sebagian hari yang lain karena sakit, safar (bepergian), haid atau nifas, maka wajib mengganti puasa yang tertinggal itu pada bulan Syawwal atau pada bulan-bulan lain. Dalam penggantian puasa yang tertinggal tersebut, dia harus mendahulukannya dari puasa sunnah, apakah puasa enam hari pada bulan Syawwal atau puasa sunnah lainnya. Jika telah mengganti puasa yang tertinggal, barulah dia mengerjakan puasa sunnah Syawwal untuk mendapatkan keutamaan dan pahala. Jadi, puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa Ramadhan yang terluput itu tidak sekaligus menjadi puasa sunnah.


[1] Diriwayakan oleh imam Muslim di dalam kitab shahihnya

Disalin dari: Majalah Fatawa Vol. 02/I/Syawwal 1423 H_ 2002 M, hal. 10-11

Lihat pula: Puasa Sunnah Syawwal

Iklan