Metode Berdakwah Bagi Wanita

Soal:

Apakah metode terbaik dalam berdakwah bagi wanita?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Saya katakan kepada para wanita: وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ “Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian!”.[1] Kalian tidak punya urusan dalam berdakwah. Saya mengingkari (tidak menyetuji ~pent) penggunaan kata dakwah dikalangan kawula muda, bahwa mereka termasuk yang berhak berdakwah. Seolah-olah kata “dakwah” sebuah metode/trend masa kini. Dimana setiap orang yang baru saja mengetahui sedikit ilmu agama, dengan serta merta menjadi seorang da’i. Urusan ini tidak sampai disitu saja, bahkan istilah dakwah ini menyentuh pula para muda mudi dan para ibu rumah tangga. Akibatnya, dalam banyak kesempatan merekapun meninggalkan kewajiban dan tanggung jawab rumah tangga, suami, dan anak-anak mereka, karena mengemban sesuatu yang bukan tugas mereka, yaitu berdakwah. Pada dasarnya seorang wanita harus berdiam di rumah. Tidak disyari’atkan keluar dari rumahnya kecuali untuk suatu kepentingan yang sangat mendesak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi صلي الله عليه وسلم:

وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَـهُنَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِي الْمَسَاجِدِ

“…..Dan di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka daripada shalat di masjid-masjid.”

Sementera kita menyaksikan dizaman ini sebuah fenomena yang merebak dikalangan wanita, mereka memperbanyak keluar ke masjid-masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah. Apalagi di hari Jum’at untuk shalat Jum’at. Padahal rumah mereka lebih baik bagi mereka. Terkecuali ada sebuah masjid disana terdapat seorang imam yang ‘alim yang mengajarkan sebagian ilmu agama kepada para jama’ah, lalu seorang wanita keluar untuk shalat di masjid tersebut, dan mendengar dengan seksama ilmu yang disampaikannya, maka yang demikian itu adalah tidak mengapa. Adapun seorang wanita yang menyibukkan dirinya dengan berdakwah (maka kami katakan ~pent), hendaklah ia tinggal dirumahnya dan membaca kitab-kitab yang telah disiapkan oleh suami, saudara, atau sanak keluarganya. Kemudian tidak mengapa jika suatu hari ia mengajak dan mengundang para wanita untuk hadir di rumahnya atau ia yang keluar, kerumah salah seorang di antara mereka. Yang demikian itu lebih baik daripada keluarnya sekelompok wanita kepadanya. Adapun keluarnya seorang wanita atau melakukan perjalanan jauh yang terkadang tanpa ditemani oleh mahramnya dengan berdalihkan “dakwah”, ini adalah salah satu dari bid’ah-bid’ah zaman ini. Masalah ini tidak hanya khusus bagi wanita saja, bahkan juga bagi para pemuda yang menjadikan hobby mereka berbicara dalam masalah dakwah, sementara ilmu mereka masih sangat dangkal. (Al-Ashaalah 18, hal : 74-75).


[1] QS. Al-Ahzab[33]: 33

Sumber:
Biografi Syaikh al-Albani, penyusun Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 253-254.

Iklan