Hukum Menikah Dengan Kerabat

Soal:

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa menikah dengan sepupu atau kerabat akan menyebabkan lahirnya anak-anak yang cacat. Pendapat ini mencemaskan banyak gadis sehingga menyebabkan mereka menolak untuk menikah dengan kerabat yang menyebabkan timbulnya permasalahan antar kerabat tersebut. Apakah pendapat di atas benar? Bagaimana pandangan Islam tentang hal ini?

Jawab:

Syaikh Shalih al-Fauzan menjawab:[1]

Itu ini tidak benar, menikah dengan sepupu atau orang yang masih kerabat tidaklah menyebabkan lahirnya keturunan yang cacat, memiliki kemampuan akal yang rendah atau mengalami berbagai penyakit yang lain. Ini merupakan pendapat yang berbahaya dan isu yang tidak benar.

Memang terdapat sebagian ulama yang menganjurkan untuk menikah dengan wanita yang bukan kerabat. Mereka berpendapat demikian karena anggapan bahwa jika menikah dengan wanita yang bukan kerabat maka kemungkinan untuk memperoleh keturunan itu lebih besar. Namun anggapan ini adalah suatu yang belum dapat dipastikan dan itu hanya merupakan pendapat sebagian ulama.

Namun demikian bukan berarti bahwa keturunan yang diperoleh dari perkawinan antar kerabat akan cacat. Sejauh yang saya ketahui pernyataan seperti ini tidak dilontarkan oleh seorang ulama pun. Di samping itu, ini merupakan pendapat yang tidak berdasar. Berdasarkan fakta bahwa Nabi menikahkan putrinya Fathimah dengan sepupu beliau sendiri, yaitu Ali bin Abi Thalib dan banyak sahabat yang menikah dengan kerabat mereka sendiri.


[1] Al Muntaqa mi Fatawa Al Fauzan 5/256

Sumber:
Fatawa Liz Zaujain
Kepada Pasangan Suami Istri, Terbitan Media Tarbiyah, hal. 17-18

Iklan