Menikah Bukan Dengan Keturunan Nabi

Soal

Bagaimanakah hukumnya seorang syarif menikahkan putrinya bukan dengan sesama syarif?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Ibrahim رحمه الله menjawab:[1]

Tidak mengapa seorang syarif menikahkan anak wanitanya dengan orang yang bukan syarif, jika anak wanitanya rela. Hal ini dengan dasar Nabi menikahkan putri-putri beliau dengan sebagian sahabat yang tidak termasuk Bani Hasyim seperti Utsman bin Affan dan Abul ‘Ash bin Rabii’.

Sebagaimana Ali bin Abi Thalib menikahkan putrinya dengan Umar bin Khattab. Begitu juga Sakinah binti Al Hasan bin Ali menikah dengan empat orang laki-laki yang tidak termasuk Bani Hasyim. Demikianlah yang selalu dikerjakan oleh para ulama salaf dan ha! ini tak bisa dibantah.

Pada waktu-waktu selanjutnya baru kemudian terdapat di beberapa negeri orang-orang yang tidak mau menikahkan anak-anak wanitanya kecuali dengan golongan tertentu. Perbuatan ini mereka lakukan karena sombong dan karena ingin diagungkan.

Hal ini sangat jelas akan menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar. Cukuplah Rasulullah dan para khulafaur rasyidin sebagai teladan indah bagi kita.


[1] Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim 1/121

Sumber:
Fatawa Liz Zaujain
Kepada Pasangan Suami Istri, Terbitan Media Tarbiyah, hal. 18-19, dengan judul pertanyaan “Hukum menikah dengan orang yang bukan keturunan Nabi (syarif)”

Iklan