Bekerja Pada Waktu-waktu Sholat

Soal:

Sebagian pekerja tidak menghentikan pekerjaannya pada waktu-waktu sholat, seperti sholat Dzuhur atau sholat Ashar. Apa nasehat anda untuk mereka dan yang semisal mereka. Apa hukumnya hasil upah yang mereka dapatkan dari bekerja pada waktu-waktu sholat tersebut?

Jawab:

Syaikh Ibnu Jibrin رحمه الله menjawab:

Tidak diperbolehkan bekerja di waktu-waktu sholat, baik mereka itu para pekerja muslim atau orang-orang Nasrani, Hindu atau Budha atau selainnya. Apabila telah dikumandangkan adzan maka wajib bagi para pimpinan perusahaan menghentikan pekerjaan sehingga mereka sholat berjama’ah, atau sampai mereka keluar dari masjid apabila para pekerja tersebut bukan orang Islam. Seharusnya penanggung jawab para pekerja membuat perjanjian dengan mereka untuk tidak bekerja pada waktu-waktu sholat sebagai bentuk amar makruf nahi mungkar serta memberikan hukuman bagi orang yang menyelisihinya agar ia jera dan juga agar membuat jera yang lainnya.

Bagi orang yang melihat ada pekerja tetap bekerja di waktu-waktu tersebut hendaklah melarang mereka atau melaporkan kepada majikannya atau melapor kepada yang berwenang agar meringkus mereka.

Adapun upah yang mereka dapatkan dari hasil bekerja di waktu-waktu sholat hukumnya haram, apabila mereka muslim dan memahami bahwa pekerjaan tersebut dapat melalaikan mereka dari mengerjakan sholat hingga keluar waktunya. Alloh melarang jual-beli setelah adzan kedua (iqomat) di hari Jum’at, dan para ulama mengikutkan hukumnya bagi orang yang melalaikan sholat pada waktu-waktu hampir keluar dari waktunya. (Fatawa Baladil Harom: 592)


Disalin dari: Majalah al-Furqon No. 77 Ed.7 Th.7_1428/2008 hal.43

Download:
Bekerja Pada Waktu-waktu Sholat: PDF atau DOC

Iklan