Hukum Mengaku Tahu Ilmu Ghaib

Soal:

Apa hukum orang yang mengaku tahu ilmu ghaib?

Jawab:

Syaikh ibnu Utsaimin رحمه الله menjawab:

Hukum orang yang mengaku tahu ilmu ghaib adalah kafir. Karena dia telah mendustakan Alloh. Alloh berfirman:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Alloh. Dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. an-Naml[27]: 65)

Apabila Alloh saja memerintahkan Nabi-Nya mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Alloh, maka orang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib sungguh telah mendustakan Alloh terhadap berita ini. Kita katakan kepada mereka, “Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib sedangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak mengetahui yang ghaib? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasulullah صلى الله عليه وسلم?” Apabila mereka menjawab “Kami lebih mulia dari Rasulullah”, sungguh mereka telah kafir dengan perkataan ini. Dan bila mereka mengatakan “Rasulullah lebih mulia”, maka kita katakan kepada mereka, “Mengapa Alloh menutupi perkara ghaib dari diri Rasulullah صلى الله عليه وسلم, sedangkan kalian mengaku mengetahuinya? Padahal Alloh berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً

Dialah Alloh yang mengetahui perkara ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga di muka dan di belakangnya.” (QS. al-Jin[72]: 26-27)

Berikut ini, ayat kedua yang menunjukkan kafirnya orang yang mengaku tahu ilmu ghaib. Alloh memerintahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم agar berkata kepada manusia dalam firman-Nya:

قُل لاَّ أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَآئِنُ اللّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ

Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepada-Mu bahwa perbendaharaan Alloh ada padaku. Dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. al-An’am[6]: 50) (Fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 1/32)[]


Disalin dari: Majalah Al-Furqon Ed.5 Th.V 1426 H/ 2006 M, Rubrik Fatawa terjemahan Ibnu Luqman al-Atsari خفظه الله, hal.49

Fatwa Terkait:
Apakah Wali Mengetahui Hal Ghaib?

Download:
Hukum Mengaku Tahu Ilmu Ghaib: PDF file dan DOC file

Iklan

3 comments on “Hukum Mengaku Tahu Ilmu Ghaib

  1. Ping-balik: Benarkah Dukun, Penyihir & Peramal Mengetahui Ilmu Ghaib | Soal-Jawab Agama Islam

  2. Ping-balik: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (1) |

  3. Ping-balik: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (2) |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s