Apa yang Harus Dilakukan Makmum?

Soal:

Jika ada seorang imam batal wudhu’nya pada rakaa’at keempat, kemudian dia diganti oleh makmum yang masbuk yang mendapati imam pada raka’at ketiga. Pertanyaannya, bagaimana dengan makmum yang mengikuti imam pertama sejak raka’at pertama dan kedua? apakah makmum ini boleh salam sebelum imam yang kedua ini salam? Ataukah mereka diperbolehkan menambah jumlah raka’at dalam rangka mengikuti imam kedua, lalu salam bersamanya; ataukah mereka duduk menunggu sampai imam yang kedua ini bisa menyempurnakan empat raka’at, kemudian baru salam bersamanya setelah raka’at keempat tanpa menambah jumlah raka’at juga tidak salam sebelumnya. Bagaimana hukum shalat dalam kondisi seperti ini ?

Mohon penjelasannya disertai dalil! semoga Allah سبحانه و تعالى memberikan balasan kebaikan kepada para Ulama di dunia dan akhirat.

Jawab:

Jika kejadiannya sebagaimana yang disebutkan, maka makmum yang mengikuti imam pertama sejak raka’at pertama dan kedua tidak boleh ikut berdiri bersama imam kedua ketika sang imam hendak berdiri untuk menyempurnakan shalat. Sebaliknya, mereka harus duduk, karena mereka sudah melaksanakan shalat empat raka’at dan itulah kewajibannya, namun mereka juga tidak boleh salam sebelum imamnya salam. Berdasarkan riwayat dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang bersabda:

إِنّـَمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَـمَّ بِهِ

“Imam itu dijadikan untuk diikuti” (Muttafaq ‘alaih)

Juga sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

إِنِّي إِمَامُكُمْ فَلَا تَسْبِقُونِي بِالرُّكُوعِ وَلَا بِالسُّجُودِ وَلَا بِالْقِيَامِ وَلَا بِالِانْصِرَافِ

“Sesungguhnya saya adalah imam kalian, maka janganlah kalian mendahuluiku ruku’, sujud, berdiri juga salam” (HR. Muslim dalam kitab shahihnya)

وباالله التوفيق وصلى على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Fatawa Al-Lajnatud Daimah lil Buhutsil ‘ilmiyyah Wal Ifta’ 7/397

Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin ‘Abdullah bin Baz; Wakil: Syaikh ‘Abdurrazaq ‘Afify; Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghadyan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud.

Download:
Apa yang Harus Dilakukan Makmum?: PDF atau DOC


Disalin dari:
Majalah As-Sunnah Ed.10/Th.XIII/Muharram 1431 H/2010 M, hal.7

Iklan