Ayah Tidak Mengakui Anaknya

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, ayahku memutus silaturahmi denganku sejak aku bayi. 17 tahun kemudian aku menyambungnya, tapi ayahku menghindar dengan banyak alasan. Bahkan, membohongiku dengan janji-janji dusta. Apakah aku tetap menyambungnya? Hatiku sakit Ustadz. (Hamba Allah, bumi-Nya, +6285648xxxxxx)

Jawab:

Jika benar masalahannya demikian, hendaknya anak tetap menyambungnya, sekalipun ayah masih belum mau menerima atau menjauh. Karena silaturahmi banyak manfaatnya. Sebaliknya, memutus kerabat, besar musibahnya. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْ خَلْقِهِ قَالَتْ الرَّحِمُ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنْ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى يَا رَبِّ قَالَ فَهُوَ لَكِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

“Setelah Allah menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berkata, ‘Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahmi (menyambung silaturahmi?’ Allah menjawab, ‘Benar. Tidakkah kamu rela bahwa Aku yang akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutus yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab, ‘Tentu, wahai Rabb’ Allah berfirman, ‘Itulah yang kamu miliki.’ Setelah itu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini, ‘Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?'” (QS. Muhammad ayat: 22) (HR. al-Bukhari: 5528)

Anak tidak perlu sakit hati. Cari udzurnya, mungkin orang tua ada kelainan jiwa, atau malu karena merasa berdosa tidak merawat anaknya sekian lamanya, atau khawatir menjadi beban dirinya karena dia orang yang tidak mampu. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar orang tua senantiasa mendapat petunjuk, dan kembali kepada jalan yang benar. Untuk menjalin hubungan dengan orang tua, upayakan sering memberi hadiah, barang kali hati menjadi dekat. Insya Allah apa yang diupayakan oleh anak ingin berbuat baik kepada orang tua, Allah tidak menyia-nyiakan pahala bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan.

Wallahu alam.[]


Disalin dari:
Majalah Al-Mawaddah Vol.45 Dzulhijjah 1432 H, Rubrik Konsultasi Keluarga asuhan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron خفظهالله, hal.8

Download:
Ayah Tidak Mengakui Anaknya: DOC, DOCX atau CHM

Kunjungi blog kami:

  1. Soal dan Jawab
  2. Download eBook Islam
  3. Doa dan Dzikir
Iklan