Tidak Shalat Fajar Karena Kelelahan

Soal:

Syaikh ‘Utsaimin  ditanya berkaitan dengan seorang pemuda yang mustaqim, namun ia sering merasa kelelahan dalam pekerjaannya, bahkan ia tidak bisa shalat Fajar (Subuh) tepat pada waktunya karena kelelahan dan terasa berat?

Jawab:

Ia berkewajiban untuk meninggalkan pekerjaan tersebut yang menjadi penyebab mengakhirkan shalat Fajar. Sebab hukum sarana itu sama dengan tujuannya. Apabila ia mengetahui bahwa seandainya dengan tidak memforsir diri itu ia akan mampu untuk melaksanakan shalat fajar, maka ia berkewajiban untuk tidak memforsir diri, sehingga ia mampu melaksanakan shalat Fajar tepat waktunya bersama kaum muslimin. (Majmu’ Fatawa Bin ‘Utsaimin, XII/122)


Disalin dari: Fatwa-fatwa Bagi Pegawai, terbitan at-Tibyan Solo, hal. 40-41

Download:
Tidak Shalat Fajar Karena Kelelahan: DOC atau CHM

Iklan