Mentaati Pemimpin Dalam Hal yang Menyelisihi Peraturan

Soal:

Atasan saya, memaksa saya untuk melakukan amalan yang menyelisihi peraturan dan amanah. Apabila saya mentaatinya, maka hal tersebut melanggar peraturan dan amanah, sedangkan hal ini tidak diperbolehkan. Namun bila saya tidak mentaatinya, maka ia akan menghukum saya. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:

Syaikh al-Fauzan خفظه الله menjawab:

Pemimpin dalam sebuah pekerjaan tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar peraturan dan amanah. Ia juga tidak diperbolehkan memaksa kepada bawahannya untuk melakukan hal tersebut. Demikian juga, seorang pegawai tidak boleh mentaati pemimpinnya dalam masalah tersebut, sebab:

لاَ طَاعَةَ لِـمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْـخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 179)

Dalam kondisi seperti ini, hendaklah seorang pegawai pindah ke pekerjaan yang lain dan menjauhi pemimpin yang buruk tersebut. Dan alhamdulillah, pekerjaan banyak macamnya:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Al-Muntaqaa Min Fatawa Al-Fauzan (1/267)


Disalin dari: Fatwa-fatwa Bagi Pegawai, terbitan at-Tibyan Solo, hal. 77-78

Download:
Mentaati Pemimpin Dalam Hal yang Menyelisihi Peraturan: DOC atau CHM

Iklan