Berbohong untuk Mendapatkan Cuti

Soal:

Alasan yang disampaikan oleh para pegawai kepada pimpinannya terkadang banyak yang bohong. Apa pendapat Anda?

Jawab:

Syaikh al-Fauzan خفظه الله menjawab:

Setiap muslim berkewajiban untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan perbuatan dusta dan tipu muslihat hanya sekedar untuk meninggalkan tugasnya yang telah ditugaskan kepadanya dengan mengharap gaji. Dan bagi pemimpin pada job-job tertentu yang selalu bersama dengan karyawan, hendaklah mereka selalu takut kepada Allah dan teliti dalam memberikan cuti kepada karyawan sesuai dengan metode yang benar menurut peraturan kepegawaian. Dan hendaklah mereka menutup segala pintu bagi orang-orang yang melakukan penipuan dan permainan. Karena hal ini termasuk amanah yang dibebankan kepada semua orang yang akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Tabaaraka wa Ta’ala. (Al-Muntaqaa Min Fatawa Al-Fauzan V/218)


Disalin dari: Fatwa-fatwa Bagi Pegawai, terbitan at-Tibyan Solo, hal. 85-86, dengan judul: Berbohong Dalam Beralasan untuk Mendapatkan Cuti

Download:
Berbohong Dalam Beralasan untuk Mendapatkan Cuti: DOC atau CHM

Iklan