Hari-hari yang Dilarang Berpuasa

Soal:

Hari-hari apa sajakah yang dimakruhkan (dibenci) berpuasa?

Jawab:

Syaikh bin Baz رحمه الله menjawab:

Hari-hari yang terlarang berpuasa pada hari itu adalah hari Jumat. Tidak boleh menyendirikan puasa sunah pada hari Jumat saja, karena Rasul صلى الله عليه وسلم melarangnya. Demikian juga menyendirikan puasa sunah pada hari Sabtu saja. Tetapi jika ia memuasai hari Jumat dengan Sabtu atau dengan Kamis bersamaan, tidaklah mengapa, sebagaimana hadits-hadits dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Dilarang juga berpuasa pada hari raya Idul Fitri karena hukumnya haram. Juga pada hari kurban (Idul Adha) dan hari-hari Tasyrik. Semua hari-hari tersebut tidak boleh dipuasai, karena Rasul صلى الله عليه وسلم melarangnya. Untuk hari-hari Tasyrik, ada dalil yang menunjukkan kebolehan puasa di hari itu khusus bagi yang berhaji Tamattu’ dan Qiran, yaitu bagi yang tidak mampu hadyu (menyembelih hewan sembelihan). Ini sebagaimana yang valid dalam Hadits al-Bukhari dari Aisyah رضي الله عنها dan Ibnu Umar رضي الله عنهما. Keduanya berkata:

لَـمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَـمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

“Tidak ada rukhsah (keringanan) melakukan puasa pada hari-hari Tasyrik kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan sembelihan.” (HR. Al-Bukhari no.1998)

Jika sekadar ingin berpuasa sunah atau karena sebab-sebab lain tidaklah boleh, seperti terlarangnya puasa di hari raya.

Terlarang juga puasa pada hari ke tiga puluh Syaban jika terlihatnya hilal belum ditetapkan, karena hari itu merupakan hari syak (meragukan). Tidak boleh memuasai hari itu sebagaimana pendapat yang paling benar dari dua pendapat ulama. Sama saja apakah cuacanya cerah atau mendung. Hal itu berdasarkan Hadits-hadits sahih yang menunjukkan larangan tersebut. Allah-lah pelindung dan pemberi taufik. [] (Fatawa Islamiah II/168)


Disalin dari: IslamHouse.Com dengan penerjemah Syafar Abu Difa.

Download:

Hari-hari yang Dilarang Berpuasa:
Download Word

Lihat pula:
eBook: Puasa-puasa Sunnah

Iklan