Saat Sujud Paha Tak Boleh Menyentuh Perut

Soal:

Ustadz, saya mau bertanya. Ustadz, menurut yang sudah saya ketahui bahwa sujud dalam shalat bukan berarti kulit kita yang bersentuhan dengan lantai, jadi kalau pakai cadar tidak apa-apa, tanpa harus melepas cadarnya. Namun saya tidak bisa menjelaskan masalah ini. Pendapat yang rajih, bagaimana ustadz ? Masalah lain yang ingin saya tanyakan yaitu dalil yang menjelaskan bahwa makmum tidak boleh mendahului imam dalam shalat ? Pertanyaan berikutnya tentang sujud yang paha tidak boleh bersentuhan dengan perut.

Jazakumullahu khairan. 6281314308100

Jawab:*)

Kami akan membagi pertanyaan saudara menjadi tiga pertanyaan:

Pertama, tentang sujud dalam shalat, apakah anggota sujud harus langsung bersentuhan dengan tanah atau lantai, ataukah boleh terhalang oleh sesuatu, termasuk cadar ?

Kedua, hukum mendahului gerakan imam dalam shalat.

Ketiga, bagaimana posisi badan dalam sujud, apakah paha bersentuhan dengan perut atau tidak ?

3. Apakah Ketika Sujud Paha Tidak Boleh Menyentuh Perut

Jawaban dari pertanyaan bagian ketiga, apakah paha harus tidak bersentuhan dengan perut ketika sujud ?

Dalam hal ini sesungguhnya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika bersujud dalam shalat, Beliau صلى الله عليه وسلم mengangkat dua hastanya dari tanah dan menjauhkannya dari lambung, sehingga ketiak beliau terlihat dari belakang.[1]

Sehingga andaikata ada seekor anak kambing hendak melewati bagian bawah kedua tangan beliau صلى الله عليه وسلم , niscaya akan bisa melewatinya.[2]

Di samping itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda :

إِذَا سَجَدْتَ فَضَعْ كَفَّيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ

Jika engkau bersujud, maka letakkanlah kedua telapak tanganmu, dan angkatlah kedua sikumu. (HR. Muslim, Syarh an-Nawawi, tahqiq Khalil Ma’mun Syiha, IV/435, no. 1104)

اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ وَلَا يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ

Thuma’ninah-lah dalam sujud, dan janganlah seseorang di antara kalian meniarapkan kedua tangannya laksana anjing bertiarap. (HR. Bukhari, no. 822, dan Muslim, Syarh an-Nawawi, op.cit. IV/433, no.1102)

Dan hadits-hadits lain.

(Lihat pula Shifat Shalati an-Nabiyyi صلى الله عليه وسلم Mina at-Takbir Ila at-Taslim, karya Syaikh al-Albani رحمه الله tentang tata cara sujud, Cetakan terbaru ke II, Maktabah al-Ma’arif, 1417 H/1996 M. hal. 144-145)

Jadi Sujud dalam shalat memang tidak saling bersentuhan antara siku dengan lambung, dan lambung dengan paha, sebab orang yang bersujud dalam shalat harus meletakkan telapak tangannya sejajar dengan pundak atau daun telingannya, mengangkat serta merentangkan dua sikunya jauh dari lambung, tidak meniarapkan dua tangannya laksana hewan atau anjing. Sehingga jika ada seekor anak domba melewati bagian bawah orang yang sedang sujud, maka dia akan bisa melewatinya. Ketentuan ini tentu berlaku bagi imam atau orang yang shalat sendirian. Adapun ma’mum, maka harus menyesuaikan dengan ma’mum lain. Wallahu a’lam.[]

Disalin dari Majalah As-Sunnah No.08 Thn.XV 1433H/2011M rubrik Soal-Jawab hal. 6-7.


*) Pada posting kali ini hanya akan disajikan jawaban ketiga, jawaban pertama dan kedua telah diposting, kesemuanya dapat dilihat dengan download eBook-nya dibawah ini.
[1]
HR. al-Bukhari, no. 390, 807 dan Muslim, dalam Syarah Nawawi, Khalil Ma’mun Syiha, IV/436, 437, no. 1106, 1108
[2]
HR. Muslim Syarh an-Nawawi, op.cit. IV/436, no. 1107. dll

Download:
3 Pertanyaan Seputar Sholat
Download Word

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s