Hukum Ucapan Selamat Natal

Soal:

Apa hukum mengucapkan selamat Natal kepada orang Nasrani? Karena saya punya paman yang memiliki tetangga Nasrani. Pamanku memberikan ucapan selamat Natal sebagaimana dia juga mengucapkan selamat pada hari raya Islam. Apakah ini diperbolehkan? Berikanlah fatwa kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan kepada kalian.

Jawab:

Tidak boleh seorang muslim memberikan ucapan selamat Natal kepada kaum Nasrani, karena hal itu termasuk tolong-menolong dalam dosa yang terlarang. Allah Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS al-Ma’idah [5]: 2)

Sebagaimana juga, karena hal itu hanya menyenangkan mereka dan menampakkan keridaan terhadap mereka dan syiar-syiar mereka, padahal hal ini tidak boleh. Bahkan yang sewajibnya adalah menampakkan permusuhan dan kebencian kepada mereka karena mereka telah berbuat syirik serta mengklaim bahwa Allah Ta’ala memiliki istri dan anak. Allah Ta’ala berfirman:

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. [58]: 22)

Allah Ta’ala berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. al-Mumtahanah [60]: 4)

Kita mohon taufik kepada Allah. Selawat serta salam atas Nabi kita Muhammad dan para pengikutnya dan sahabatnya.[][1]

Ketua: ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota: ‘Abdullah al-Ghudayyan.

Disalin dari Majalah al-Furqon No.142 Ed.06 Th.Ke-13 hal.63, 1435H_2013M.


[1]   Fatawa al-Lajnah al-Da’imah 3/313

Download:
Download Word

Iklan