Shalat Jum’at Tidak di Masjid

Soal:

Assalamu ‘alaikum, beberapa media massa memberitakan tentang sebagian kaum Muslimin yang melakukan shalat Jum’at bukan di masjid, tapi di lapangan atau jalan raya/umum. Misalnya mereka menggelar demo, kemudian mereka menggelar shalat Jum’at di tempat kejadian dengan khatib dan imam dari salah seorang mereka. Mohon penjelasan tentang masalah ini? Adakah dalil yang menjelaskan bahwa shalat Jum’at boleh dilakukan disetiap tempat? Jazokumullah khairan.

085374226xxxx

Jawab:

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم selalu melakukan shalat Jum’at di dalam masjid. Beliau صلى الله عليه وسلم tidak pernah melakukannya di luar masjid sebagaimana beliau contohkan dalam shalat ‘led. Namun jika karena alasan tertentu shalat Jum’at di luar masjid, baik di lapangan maupun yang lain, maka hukumnya sah menurut sebagian besar Ulama. Tapi perlu diketahui bahwa menurut madzhab Malik, shalat Jum’at harus dilakukan di dalam masjid, dan jika dilakukan di luar maka tidak sah.[1]

Mempertimbangkan perbedaan pendapat ini, hendaklah seorang Muslim tidak melakukan shalat Jumat di luar masjid kecuali jika memang tidak ada masjid yang bisa dipakai; karena keluar dari perbedaan pendapat dianjurkan dalam agama. Sebagian Ulama kontemporer bahkan menjelaskan bahwa shalat Jum’at di luar masjid adalah bid’ah.[2]

Kegiatan seperti ini menjadi lebih buruk jika diiringi dengan kegiatan demo yang menyelisihi petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dalam menyampaikan nasihat. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِى سُلْطَانٍ، فَلاَ يُبْدِهِ عَلانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَبِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ لَهُ

Barangsiapa ingin menasihati penguasa, janganlah menunjukkannya terang-terangan. Hendaklah la memegang tangannya dan menyendiri bersamanya. Jika nasihat diterima, itulah yang diharapkan. Jika tidak, berarti dia telah melakukan kewajibannya. (HR Ahmad, dihukumi hasan oleh al-Albani).

Revolusi Arab, akhir-akhir ini juga membuktikan bahwa penggalangan massa seperti yang disebutkan dalam pertanyaan sangat rentan menimbulkan konflik dan kerusakan, meskipun bermula dengan “damai”.

Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Majalah as-Sunnah Ed.05, Th. XVII_1434/2013, Rubrik Soal-Jawab hal. 5, oleh Ustadz Anas Burhanuddin, MA حفظه الله.


[1]   Lihat Hasyiah ad-Dusuqi, 1/585
[2]
Lihat Fatwa Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan di http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=27467

Download:
Download Word

Iklan

One comment on “Shalat Jum’at Tidak di Masjid

  1. Teman muslim kita banyak yg salah memahami, mereka menyangka bahkan meyakini, orang diluar Islam itu lebih baik drpd muslim yg brbuat kesalahan, sehingga mereka memilih pemimpin diluar Islam yg berprestasi.
    Tidaklah mereka memahami, bhw selama buah iman (Allah SWT (Al’quran) dan Rasul (Alhadist) ) masih tertanam didlm qalbu akan mengantar ke surga, sekecil apapun buah iman itu, demikianlah sebaliknya sebesar apapun gudang prestasi dan kebaikan org diluar Islam, sedikitpun tdk akan mengantarkan ke surga. Inilah yg seharusnya menjadi prinsip sejati seorg muslim.
    Tentang hakikat agama Islam, agama yang dengan bangga kita menisbatkan diri kepadanya, berdakwah kepadanya dan berkumpul karenanya. Dialah agama Islam yang difirmankan oleh Allah:

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. [Ali Imran : 19].

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Ali Imran : 85].

    Ayat ini merupakan dustur (undang-undang dasar) bagi setiap muslim dan merupakan syari’at yang paling agung. Islam adalah agama Allah, agama yang haq, agama yang diterima dan agama penutup. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada Nabi lagi sesudahku”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s