Bolehkan Zakat Diberikan Kepada Ustadz?

Soal:

Bolehkan zakat diberikan pada ustadz atau guru ngaji di madrasah?

Jawab:

Disebagian negara islam bahkan mungkin di Indonesia memang mereka memberikan zakat pada imam masjid yang terkadang status mereka adalah orang kaya, terkadang zakat harta di berikan pada ulama tersebut bukan maksudnya untuk ulama ini, tapi menurut mereka ulama ini adalah orang yang jujur, adil, terpercaya dan punya ilmu, tahu kepada siapa zakat diberikan, nah tujuannya adalah wewakilkan, intinya ketika dia menyerahkan zakatnya, tolong dibagikan bukan untuk ulama tersebut atau untuk ustadz tersebut, kalau di Indonesia mungkin pada awal-awalnya niatnya seperti itu juga, dari satu sisi ini bagus tapi dari sisi lain ada dampak negatifnya, Pertama: anda mewakilkan kepada orang, ini adalah suatu ibadah wahai saudaraku!

Ibadah tentu lebih baik anda lakukan sendiri daripada mewakilkan pada orang lain, lakukan sendiri, setiap jerih payah anda dalam memberikan zakat anda ini dihitung ibadah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bahkan jika anda siap mengangkat beras, mengantarkan ke rumah fakir miskin tersebut alangkah bahagianya fakir miskin tersebut dijenguk oleh anda, tetangga anda yang selama ini anda hidup dengan berkecukupan sedangkan mereka hidup dengan kekurangan, satu kali dalam satu tahun anda yang datang mengantarkan sendiri kerumahnya. Bayangkanlah rasa kegembiraan tetangga anda yang fakir miskin ini! kedatangan anda kerumahnya menunjukkan hubungan yang luar biasa antara anda dan tetangga anda yang fakir atau miskin, dan ini selain anda yakin bahwa zakat anda sampai kepada yang berhak anda juga membina hubungan yang baik dengan tetangga anda, dan tercipta keharmonisan dalam masyarakat, jangan terlalu mudah mewakilkan. Maka sebaiknya apalagi zakat fitrah yang waktunya sempit sekali, kalau kita saling mewakilkan dikawatirkan berlalu waktunya yang waktunya mulai terbenam matahari di hari akhir ramadhan sampai shalat hari raya, waktu tersebut tidak sampai 24 jam, paling sekitar 15 atau 16 jam, kalau mewakilkan kapan diberikan oleh wakil tersebut, cari sendiri, anda cuma mengangkat 2,5 kilo beras.

Kecuali bila anda melihat ustadz, guru ngaji tersebut adalah orang yang berhak menerima zakat karena orang fakir atau miskin. Wallahu ta’ala a’lam.

Disalin dari Blog ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA dengan judul Zakat pada sesi tanya jawab yang diposting tanggal 29 Juli 2013.

Iklan