Menunda Zakat Sampai Bulan Ramadhan

Soal:

Bagaimana hukumnya jika seseorang telah sampai pada satu haulnya mengeluarkan zakat, tapi ia dengan sengaja menunda menyalurkan dan menunggu bulan ramadhan agar mendapat pahala yang berlipat ganda.

Jawab:

Bagaimana pahala berlipat ganda bisa didapatkan bila tidak sesuai dengan tuntunan syari’at, pahala berlipat ganda apabila anda mensedekahkan sesuatu yang belum wajib, dan bersedakah dibulan Ramadhan memang baik, tetapi berzakat di bulan ramadhan tergantung, kalau memang wajibnya sebelum ramadhan tidak boleh anda tunda-tunda, apalagi apabila sampai 2 atau 3 bulan,

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam saja ketika beliau selasai shalat terburu-buru ke rumahnya, sehingga para sahabat bertanya-tanya, lalu Rasulullah mengatakan di rumahku ada satu keping emas dan itu adalah bagian dari uang emas zakat yang belum disalurkan dan saya tidak ingin uang tersebut bermalam dirumah saya, kawatir nanti akan menghalangi saya nanti di akhirat … (HR. Bukhari)

Rasulullah tidak mau harta zakat bermalam di rumah beliau walau semalam, karena ini berkaitan dengan hak orang lain, siapa yang mau diantara kita gajinya dilambatkan walaupun dalam hitungan 24 jam umpamanya?

Tidak ada orang yang mau, maka dengan demikian jangan kita lambat-lambatkan hak orang lain, secepatnyalah dibayarkan, dan nanti di bulan Ramadhan anda memiliki rizki bersedekahlah semoga dilipat gandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, jadi yang penting kita beramal sesuai tuntunan agama Allah, bila tidak, bukan lipat ganda pahala yang kita dapatkan, tetapi murka Allah bila ternyata tetangga ada orang yang berhak mendapatkan zakat dan teraniaya karena keterlambatan penyalurannya. Wallahu ta’ala a’lam.[]

Disalin dari Blog ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA dengan judul Zakat 2 yang diposting tanggal 30 Juli 2013.

Iklan