Malas Shalat

Soal:

Bagaimana pandangan dalam Islam jika seorang isteri taat kepada Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Sedangkan suami dan anak-anaknya tidak. Mohon jawaban dimuat pada edisi Juni 2013. Syukran katsira.

08180363xxxx

Jawab:

Isteri mengetahui suami dan anak-anaknya malas atau bahkan meninggalkan shalat, berkewajiban untuk mengingkari mereka. Tentunya dengan cara-cara yang bijak dan lembut. Ingatkan tentang hukum shalat, pahala mendirikan shalat dan dosa orang yang meninggalkan shaiat dengan sengaja. Sebagaimana mendakwahi mereka juga dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atau lainnya bila mereka mendirikan shaiat. Yang demikian itu karena setiap muslim -terlebih isteri atau ibu- berkewajiban untuk berperan aktif dalam mengingkari kemungkaran dan memerintahkan kebaikan.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Barang siapa melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengingkarinya dengan kekuatannya. Bila ia tidak mampu, maka hendaklah ia mengkarinya dengan tisannya. Bila tidak mampu, maka hendaklah ia mengingkarinya dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim).

Jangan lupa doakan mereka dengan tulus pintakan petunjuk agar mereka sadar untuk mendirikan shaiat. BiLa telah berupaya hingga maksimal, namun suami tidak kunjung sadar, maka dalam kondisi seperti ini, isteri boleh meminta cerai, karena terbukti suami tersebut suami yang buruk, dan tidak pantas menjadi suami wanita yang taat beragama alias shalihah.

Wallahu a’lam bish-Shawab.[]

Disalin dari Majalah As-Sunnah Th.ke-XVII_1434H/ 2013M, Rubrik Soal-Jawab hal. 6-7, asuhan Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله.

Iklan