Maksud Perkataan Ali رضي الله عنه

Soal:

Apa maksud ucapan Ali رضي الله عنه, “Hendaklah berkata kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Apakah kamu mau Allah dan Rasul-Nya didustakan?” Terkadang saya takut kalau kebenaran yang saya sampaikan kepada orang tua itu, mereka dustakan sehingga saya sering menunda dakwah. Syukron.

Abu Salim, Pemangkat
08215393xxxx

Jawab:

Maksud dari ucapan Sahabat Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه di atas ialah, hendaklah Saudara memperhatikan kemampuan berpikir dan kesiapannya dalam memahami topik pembicaraan yang sauadara sampaikan. Demikian pula dengan metodologi pendekatan yang saudara gunakan dalam menyampaikan pesan-pesan saudara. Karena itu tidak ada alasan menunda dakwah karena alasan ucapan Sahabat Ali رضي الله عنه di atas. Namun ucapan di atas adalah anjuran agar kita mengikuti skala prioritas dalam berdakwah, dimulai dari tema yang.ringan untuk dipahami dan mendasar yaitu tauhid kewajiban memurnikan ibadah kepada Allah عزّوجلّ, dan meneladani Sunnah Nabi dalam menjalankan ibadah kepada Allah عزّوجلّ. Adapun urusan menerima atau tidak maka itu sepenuhnya kuasa Allah:

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sejatinya kamu tidak kuasa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, namun Allah-lah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Ia kehendaki, sejatinya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. al-Qashash/28:56)

Oleh karena itu, jangan menunda dakwah hanya karena kekawatiran orang yang didakwahi tidak menerima. Asalkan Saudara telah berusaha mencari waktu, tempat dan metode yang tepat, maka segera lakukan dakwah. Urusan hidayah , maka sepenuhnya serahkan kepada Allah عزّوجلّ. Dan perlu diingat, selama berdakwah dan juga pergaulan, bahkan sepanjang hidup kita, tunjukkanlah akhlak yang luhur, niscaya dengan izin Allah, akhlak yang luhur tersebut memudahkan dakwah Saudara. Wallahu a’lam bish-Shawab.[]

Disalin dari Majalah As-Sunnah Th.ke-XVII_1434H/ 2013M, Rubrik Soal-Jawab hal. 7, asuhan Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله.

Iklan