Adakah Zakat Tembakau?

Soal:

Di daerah kami banyak usaha tembakau, apakah hasil menjual tembakau itu harus dizakatkan ?

Jawab:

Menjual suatu benda disyaratkan benda tersebut benda yang halal bukan benda yang diharamkan adapun tembakau yang dikenal kaum muslimin melalui para pedagang dari spanyol sekitar pada abad ke 10 Hijriah, semenjak itu para ulamapun telah mengharamkan tembakau, karena merupakan bahan baku utama untuk pembuatan rokok, dan rokok telah diharamkan mulai pada masa kemunculannya di negara kaum muslimin diantaranya diharamkan oleh Qolyubi dalam Hasyiah Al mahalli, kitab Mahalli dalam mazhab Syafi’iyah adalah kitab yang sangat dikenal, beliau telah mengharamkannya dan mengatakan “ para guru kami dalam mazhab Syafi’i telah mengharamkan juga, mengharamkan rokok dan tembakau”

Bila telah diharamkan maka tidak boleh diperjual belikan, “sesungguhnya Allah apabila telah mengharamkan sesuatu maka mengharamkan hasil penjualannya” (Al Hadist).

Maka kaum muslimin yang selama ini terlanjur usaha ini, sebaiknya jangan diteruskan, maka hentikanlah karena semua orang tahu, bahkan di setiap produk itu terpampang besar, merusak kehamilan dan lainnya, kalau satu saja penyakitnya umpamanya kanker akan diharamkan benda tersebut apalagi kumpulan penyakit yang berbahaya maka tidak halal seorang muslim menanam dan mendapatkan keuntungan dari tanaman tersebut, kemudian tanaman tersebut digunakan kaum muslimin yang lain untuk membunuh dan menyakiti jiwa mereka, maka tidak halal dia mendapatkan keuntungan dan dengan demikian tidak ada zakatnya, keluarkan seluruhnya, karena ini termasuk harta yang didapat dari cara yang haram, keluarkan seluruhnya untuk fakir miskin, bila penanam ini fakir miskin maka gunakanlah sebatas keperluan dia, sisanya sedekahkan untuk yang lain, kemudian jangan diulangi kembali. Allahu Ta’ala A’lam.

Disalin dari web ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA dengan judul Zakat 4 yang diposting tanggal 6 Agustus 2013.

Iklan