Hukum Tidak Membayar Zakat Istri dan Anak

Soal:

Bagaimana hukumnya seorang suami yang tidak pernah membayarkan zakat [Fitrah] untuk istri dan anak-anaknya? anak dan istri ini di tinggal sudah 4 tahun dan tidak diberi nafkah, sedangkan anak tiri dibayarkan zakatnya, sehingga istri mencari nafkah sendiri dan untuk anak-anaknya, mohon penjelasannya.

Jawab:

Mari kita mengintrospeksi diri masing-masing, setiap orang diberikan amanah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap orang-orang lemah yang ada disekitar kita, anak, istri ini adalah amanah dari Allah, kita para lelaki adalah pemimpin, bila kita menyalahkan pemimpin-pemimpin kita maka salah kan diri kita masing-masing, apakah kita telah adil, bijak memimpin anak, istri dan keluarga, Allah tidak menginginkan anda melakukan seperti ini dan mengatakan :

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya“. (QS. At Thalaq: 7).

Maka kewajiban anda memberi nafkah, kasihan istri keluar rumah, membanting tulang, selain mengurus anak juga mencari nafkah, sedangkan anda diberi keluasan oleh Allah, anda sia-siakan mereka, ingat nanti anda akan ditanyakan oleh Allah setiap amanah yang anda lalaikan termasuk anak dan istri yang anda sia-siakan, semoga Allah memberikan hidayah pada setiap kaum muslimin dan para pemimpin kaum muslimin dimanapun berada agar menjalankan amanah yang telah dibebankan.

Saudaraku ! sesungguhnya Allah tidaklah mensyariatkan satu syariat melainkan ada kemashlahatan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara dimana kaum muslimin tersebut menjalankan syariat Allah, dan diantara kemashlahatan tersebut adalah syariat zakat, maka tunaikanlah zakat tersebut sebagai sebuah ibadah kepada Allah ta’ala semoga dengan demikian harta yang kita keluarkan dan dijanjikan oleh Allah bertambah dan kita mendapatkan pahala yang luar biasa disisi Allah.[]

Disalin dari Blog ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA dengan judul Zakat pada sesi tanya jawab yang diposting tanggal 29 Juli 2013.

Iklan