Duduk Raka’at Kedua

Soal:

Bagaimanakah posisi duduk tahiyyat pada shalat yang dua raka’at, seperti Shubuh, Jum’at, shalat sunnah, tarawih dan witir? Apakah seperti halnya tahiyyat awal atau tahiyyat akhir pada shalat empat raka’at?

0812251xxxx

Jawab:

Apabila shalat hanya dua raka’at, baik shalat fardhu (seperti halnya shalat Shubuh) maupun shalat sunnah yang hanya ada satu tasyahud (tahiyyat), maka duduk yang disunnahkan ialah duduk iftirasy. Yaitu seperti duduk pada tasyahud awal pada shalat yang lebih dari dua raka’at. Hal ini dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah رضي الله عنها yang berbunyi:

وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى

Dahulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم gmengucapkan at-tahiyyat pada setiap dua raka’at dan duduk iftirasy. (HR. Muslim).

Dalam kitab Sifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم, halaman 156, Syaikh al-Albani menjelaskan: “Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم duduk untuk tasyahud setelah selesai dari raka’at kedua. Apabila shalatnya dua raka’at, seperti Shubuh, maka beliau صلى الله عليه وسلم duduk iftirasy sebagaimana duduk antara dua sujud”.

Baca lebih lanjut