Menunda Zakat Sampai Bulan Ramadhan

Soal:

Bagaimana hukumnya jika seseorang telah sampai pada satu haulnya mengeluarkan zakat, tapi ia dengan sengaja menunda menyalurkan dan menunggu bulan ramadhan agar mendapat pahala yang berlipat ganda.

Jawab:

Bagaimana pahala berlipat ganda bisa didapatkan bila tidak sesuai dengan tuntunan syari’at, pahala berlipat ganda apabila anda mensedekahkan sesuatu yang belum wajib, dan bersedakah dibulan Ramadhan memang baik, tetapi berzakat di bulan ramadhan tergantung, kalau memang wajibnya sebelum ramadhan tidak boleh anda tunda-tunda, apalagi apabila sampai 2 atau 3 bulan,

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam saja ketika beliau selasai shalat terburu-buru ke rumahnya, sehingga para sahabat bertanya-tanya, lalu Rasulullah mengatakan di rumahku ada satu keping emas dan itu adalah bagian dari uang emas zakat yang belum disalurkan dan saya tidak ingin uang tersebut bermalam dirumah saya, kawatir nanti akan menghalangi saya nanti di akhirat … (HR. Bukhari)

Baca lebih lanjut

Orang yang Melihat Hilal

Soal:

As-Salamu ‘alaikum. Dalam ilmu fiqih dijelaskan bahwa rakyat harus turut ikut berhari-raya dengan pemerintah. Bagaimana hukumnya apabila kita yakin ada yang melihat bulan sabit (hilal) Syawal pada malam setelah tanggal 29 Ramadhan atau malam ke-30, padahal pemerintah telah menetapkan bahwa Ramadhan diikmal (digenapkan) menjadi 30 hari karena menuruti pemerintah hilal Syawal tidak terlihat? Apakah kita tetap ikut pemerintah atau kita berhari raya besoknya (puasa 29 hari) karena telah melihat hilal dengan yakin? Bagaimana hukumnya seorang Ustadz yang menjadi imam dan atau khatib shalat ‘led bersama orang yang puasa 29 hari padahal dia berkeyakinan hari raya jatuh setelah ikmal Ramadhan 30 hari, dan ketika shalat atau khutbah ‘id itu dia berpuasa? Bagaimana juga hukumnya seorang ustadz yang jadi khatib dan atau imam ‘id 2 kali pada 2 hari yang berbeda karena kebetulan ada perbedaan hari raya pada saat itu? Syukran, jazaakumullaahu khairan. Was-Salaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 62813742xxxxx

Jawab:

Baca lebih lanjut

Hukum Meluangkan Waktu Penuh untuk Beribadah di Bulan Ramadhan

Soal:

Apakah termasuk sunnah meluangkan waktu penuh pada bulan Ramadhan untuk melakukan amal-amal saleh dan berkonsentrasi untuk istirahat dan beribadah?

Jawab:

Syaikh bin Baz رحمه الله menjawab:

Seorang muslim seluruh amalnya adalah ibadah. Kewajiban-kewajiban yang ditunaikan jika betul niatnya, seluruhnya adalah ibadah. Ibadah bukan hanya shalat atau puasa saja. Menuntut ilmu dan mengajarkannya, berdakwah kepada Allah, mendidik anak-anak dan mengayomi mereka, mengerjakan tugas keluarga, berbuat baik kepada hamba-hamba Allah, mencurahkan tenaga untuk membantu manusia, meringankan orang yang kesusahan dan kesedihan, memberi manfaat kepada manusia dengan amal yang dibolehkan dan mencari rezeki yang halal, itu semua adalah ibadah kepada Allah سبحانه و تعالى jika benar niatnya.

Seorang muslim yang Allah beri taufik sehingga dapat menggabungkan antara ibadah-ibadah khusus dan umum, telah mendapat kebaikan yang sangat besar. Menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya pada bulan Ramadhan dengan amanah dan tulus termasuk ibadah yang berganjar pahala. Siapa yang mencukupkan mengerjakan amalan khusus karena ketidakmampuannya untuk mengerjakan amal lain, dia pun berada pada kebaikan yang besar jika mengikhlaskan niatnya untuk Allah dan bersungguh-sungguh dalam melakukan amal salehnya. Baca lebih lanjut

Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan

Soal:

Apakah keutamaan bersedekah pada bulan Ramadhan?


J
awab:

Syaikh Shalih al-Fauzan menjawab:

Bersedekah pada bulan Ramadhan lebih utama (afdlal) daripada bersedekah pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan itu beliau صلي الله عليه وسلم sangat dermawan, sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yang bertiup kencang. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari al-Quran pada setiap malam pada bulan itu. Kedermawanan Rasulullah صلي الله عليه وسلم pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat). Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadhan di mana pada bulan ini banyak orang yang miskin berpuasa. Bila seorang berbuat baik kepada mereka berarti ia membantu ketaatan kepada Allah terhadap mereka. Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya sebagaimana amal-amal dilipatkan pahalanya pada dua masjid Makkah dan Madinah (masjid Nabawi) yaitu shalat di dua masjid tersebut berpahala 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lainnya.[]

Disalin dari Majalah Fatawa Vol III/ No.10_1428 H/2007 M, hal. 49-50.