Sampai Haul, Nilai Emas Naik

Soal:

Saya mempunyai harta sekarang misalkan sudah sampai nisab  85 gram emas yaitu sekitar 35 atau 40 juta, pada saat jatuh haulnya harta saya tetap segitu tapi nilai emasnya sudah naik, apakah terkena zakat atau menghitung baru lagi ustadz?

Jawab:

Ini berkaitan dengan dengan inflasi yang menerpa mata uang kartal, apakah akan mengubah nisab atau tidak? Saya katakan iya, akan mengubah nisab, pendapat yang lain seperti Lajnah Da’imah mengatakan bahwa dan ini mazhab Hanbali, bahwa yang diambil adalah yang terkecil nilainya antara emas dan perak, tetapi kalau kita ambil dengan perhitungan perak, terlalu kecil sekali, mungkin sekarang 10 juta sudah terkena zakat, maka emas yang lebih stabil dengan harga barang dan segalanya. Wallahu ta’ala a’lam.

Disalin dari web ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA dengan judul Zakat 4 yang diposting tanggal 6 Agustus 2013.

Syaikh Ibn Utsaimin_Hukum Cincin Pekawinan

Soal:

Apakah hukumnya memakai dublah (cincin perkawinan) dari perak untuk laki-laki, maksudnya hukum memakainya di jari?

Jawab:

Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله menjawab:

Memakai cincin perkawinan bagi laki-laki atau wanita termasuk perkara-perkara bid’ah, bisa jadi termasuk perkara yang diharamkan, alasannya adalah bahwa sebagian orang meyakini bahwa dublah adalah penyebab awetnya/langgengnya kasih sayang di antara suami istri. Karena inilah, diceritakan kepada kami bahwa sebagian mereka menulis di cincin kawinnya nama istrinya dan dicincin istrinya ditulis nama suaminya. Dengan hal itu seolah-olah keduanya ingin tetapnya hubungan di antara keduanya. Ini termasuk jenis syirik karena keduanya meyakini penyebab yang Allah سبحانه و تعالى tidak menjadikannya sebagai sebab, tidak secara qadar dan tidak pula secara syara’. Maka apakah hubungannya cincin kawin ini dengan kasih sayang atau cinta kasih? Berapa banyak suami istri tanpa cincin kawin dan keduanya tetap di atas kekuatan kasih sayang dan cinta kasih, dan sebaliknya berapa banyak pasangan suami istri yang memakai cincin kawin sedangkan keduanya berada dalam kecelakaan dan kesusahan.

Baca lebih lanjut

Zakat Perhiasan Wanita

Soal:

Apakah harus dikeluarkan zakat dari emas dan perak yang digunakan wanita hanya sebagai perhiasan dan untuk dipakai, bukan untuk diperjualbelikan?

Jawab:

Syaikh bin Baz رحمه الله menjawab:

Ada perbedaan pendapat tentang wajibnya zakat pada perhiasan wanita jika telah mencapai nishab dan tidak dipergunakan untuk perdagangan. Yang benar adalah harus dikeluarkan zakatnya jika telah mencapai nishab, walaupun hanya untuk dipakai dan hanya sebagai perhiasan.

Nishab emas adalah 20 mitsqal, kadar zakatnya 11 3/7 junaih Saudi. Jika perhiasan ini kurang dari jumlah itu, maka tidak ada zakatnya, kecuali jika diproyeksikan untuk perdagangan maka secara mutlak ada zakatnya[1] jika sudah mencapai nishabnya, baik berupa emas maupun perak.

Adapun nisab perak adalah 140 mistqal dan kadarnya dalam dirham adalah 65 real. Apabila perhiasan perak itu kurang dari itu maka tidak wajib zakat padanya kecuali bila dialokasikan untuk perdagangan maka wajib zakat secara mutlak, apabila nilai emas atau perak itu sudah mencapai nisab. Baca lebih lanjut