Waktu Sholat Sunnah Subuh

Soal:

Apakah shalat sunnah rawatib qabliyah Subuh sama dengan shalat sunnah fajar?

Mohammad Dedi
Kec. Cipocok Jaya, Kab. Serang, Banten

 

Jawab:

Ya, sama. Rawatib adalah bentuk jama’ dari ratibah. Artinya, tetap, terus-menerus. Qabliyah, artinya sebelum.

Shalat sunnah rawatib qabliyah Subuh, merupakan istilah para ulama. Artinya, shalat sunnah yang tetap yang dilakukan sebelum Subuh. Karena shalat ini dilakukan pada waktu fajar, yaitu setelah adzan Subuh dan sebelum iqamat Subuh, maka dinamakan shalat sunnah fajar. Tidak ada perbedaan antara keduanya. Namun di dalam hadits-hadits, shalat ini disebut dengan rak’atal fajr (dua raka’at waktu fajar, sebelum Subuh), sebagaimana disebutkan hadits-hadits di bawah ini:

‘Aisyah radhiyallâhu’anha berkata:

لَمْ يَكُنْ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى شَيْءٍ مِنْ اَلنَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ اَلْفَجْرِ

Tidaklah Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjaga sesuatu dari shalat-shalat sunnah lebih daripada penjagaan Beliau terhadap rak’atal fajr (dua raka’at waktu fajar). (HR Bukhari, no. 1163)

Dari ‘Aisyah, dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, Beliau bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْـــرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Rak’atal fajr (dua raka’at waktu fajar), lebih baik daripada dunia dan segala yang ada padanya”. (HR Muslim, no. 725)[]


Sumber majalah-assunnah.com yang menyalin-nya dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus (08-09)/Tahun VIII, Rubrik: Soal-Jawab.

Download:  Download Word

Sholat Qobliyah Subuh setelah Sholat Subuh

Soal:

Assalamu’alaikum, Suatu ketika saya tidak sempat melaksanakan sholat dua roka’at sebelum Subuh (Qobliyah Subuh), bolehkah saya melakukannya setelah sholat Subuh langsung, padahal ini adalah waktu yang dilarang? 081XX191XX02

Jawab:

Wa’alaikumussalam, di antara waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat adalah setelah sholat Subuh sampai matahari terbit setinggi tombak. Akan tetapi apabila seseorang mempunyai udzur sehingga belum sempat melaksanakan Qobliyah Subuh, maka dibolehkan untuk meng-qodho-nya setelah sholat Subuh, hal ini lantaran dia melaksanakan sholat ini, (Qobliyah Subuh) karena suatu sebab khusus, dan juga karena didasari oleh sebuah hadits.

عَنْ قَيْسٍ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الصُّبْحَ ثُمَّ انْصَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَنِي أُصَلِّي فَقَالَ مَهْلًا يَا قَيْسُ أَصَلَاتَانِ مَعًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَمْ أَكُنْ رَكَعْتُ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قَالَ فَلَا إِذَنْ

Baca lebih lanjut