Tidak ada Riwayat dari Rasulullah

Soal:

Apa alasannya bahwa tidak ada hadits yang diriwayatkan dari Rusulullah صلى الله عليه وسلم yang menunjukkan batalnya wudhu karena cairan [yang keluar dari rahim] tersebut, padahal para sahabat wanita senantiasa berusaha meminta fatwa dalam urusan agama?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Karena cairan ini tidak menimpa semua wanita.[]

Disalin dari 52 Persoalan Sekitar Haid, Oleh Syaikh ibn Utsaimin, Terjemah Muhammad Yusuf Harun, Terbitan Yayasan al-Sofwa Jakarta, hal. 31 pertanyaan ke-35.

Hadits Dho’if di Bulughul Marom

Soal:

Apa tujuan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani رحمه الله memasukkan hadits-hadits yang beliau komentari “dho’if” dalam kitabnya Bulughul Marom ?

Jawab:

Al-Hafidz Ibnu Hajar رحمه الله dalam kitabnya Bulughul Marom memaparkan dalam muqoddimahnya, bahwa beliau menjelaskan pada setiap akhir hadits (yang dia sampaikan) adalah sebagai nasehat dan peringatan bagi umat ini, sehingga apabila beliau mengatakan hadits ini dho’if/lemah, berarti beliau ingin menyampaikan kepada umat derajat hadits tersebut yang sebenarnya agar tidak diamalkan, seperti dalam hadits no.105 tentang perintah Nabi صلي الله عليه وسلم kepada orang yang selesai kencing untuk mengurut dzakarnya tiga kali,” al-Hafidz رحمه الله mengomentari bahwa hadits ini sanadnya dho’if, artinya bahwa hadits ini dho’if dan tidak dapat diamalkan.[]


Disalin dari:
Majalah Al-Furqon No.75 Ed.5 Th.7 1428 H/ 2007 M, Rubrik Soal-Jawab asuhan Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM خفظه الله, hal.6

Download:
Hadits Dhaif di Bulughul Marom: PDF atau DOC

eBook terkait:
1. Bulughul Maram
2. Hadits Dhaif dalam Buah Karya Ulama
3. Kaidah Memahami Hadits