Hukum Percobaan Kedokteran Kepada Hewan

Hukum Menjadikan Hewan-Hewan Sebagai
Objek Percobaan Obat-Obat Kedokteran

Soal:

Bolehkah menjadikan hewan-hewan sebagai objek percobaan untuk pengembangan obat-obat kedokteran?

Jawab:

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid berkata:

Alhamdulillah, pertanyaan di atas telah kami ajukan kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau menjawab sebagai berikut:

“Menurut pendapat saya hal itu boleh dilakukan. Berdasarkan kandungan umum ayat yang berbunyi:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah:29)

Akan tetapi eksperimen itu hendaklah dilakukan dengan metode yang paling manusiawi dan jangan sampai menyiksa hewan-hewan tersebut. Wallahu a’lam.[]

Disalin dari IslamHouse.Com 2013M-1434H dari IslamQa.

Download:
Download Word

Hukum Anjing Penjaga Rumah

Soal:

Jika ada orang yang memiliki anjing penjaga rumah, apa hukumnya?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله menjawab:

Pada dasarnya memelihara anjing itu hukumnya haram karena Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ أو حَرْثٍ أو مَاشِيَةٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

“Siapa saja yang memiliki anjing kecuali anjing pemburu, penjaga tanaman atau penjaga hewan ternak berkurang pahalanya setiap harinya sebesar satu qirath [gunung besar]”

Akan tetapi Nabi صلى الله عليه وسلم mengecualikan tiga jenis anjing, anjing pemburu, penjaga tanaman dan penjaga hewan piaraan. Hal tersebut dikarenakan adanya kebutuhan terhadap anjing pemburu yang dipergunakan untuk berburu, anjing penjaga hewan piaraan yang bertugas menjaga hewan ternak dari gangguan serigala serta anjing penjaga tanaman yang menjaga tanaman dari gangguan binatang yang hendak merusaknya.

Kebutuhan yang semisal dengan tiga kebutuhan di atas hukumnya sama dengan tiga kebutuhan di atas yaitu boleh karena syariat Islam tidak akan membedakan hukum dua hal yang sama.

Andai ada orang yang bertempat tinggal di pinggir kampung sehingga dia memerlukan anjing yang bertugas menjaga rumahnya dengan membangunkan pemilik rumah jika ada musuh, pencuri atau semacam itu yang hendak datang mendekat. Orang semisal ini serupa dengan pemilik tanaman, hewan ternak dan pemburu. Tidak mengapa bagi orang semisal itu untuk memelihara anjing dengan tujuan sebagaimana di atas.

Baca lebih lanjut