Berqurban untuk Orang Tua yang Telah Meninggal

Soal:

Assalamualaikum. Ustadz, bapak saya sudah meninggal, dan kini tinggal ibu dan saudara-saudara saya. Saat ini suami saya ingin berqurban, apakah saya bisa memasukkan ayah yang sudah meninggal juga ibu dan saudara-saudara saya?

(Fulan, Bumi Alloh, +62411546xxxx)

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin pernah memfatwakan: “Tidak termasuk sunnah berqurban untuk orang yang sudah meninggal karena tidak ada contohnya dari Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya. Namun, jika orang yang meninggal tersebut pernah berwasiat agar ia disembelihkan hewan qurban maka dituruti wasiatnya. Begitu pula jika orang yang telah meninggal digabungkan dengan orang yang masih hidup, misalnya seseorang menyembelih untuk dirinya dan keluarganya serta meniatkan sembelihannya untuk orang yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, maka diperbolehkan. Adapun kalau menyendirikan mayit (orang yang telah meninggal) saja dalam berqurban maka bukan termasuk sunnah.”[] (Majmu’ Fatawa wa Rosa’il, Juz 25 hlm. 11)


Disalin dari: Majalah Al-Mawaddah Edisi 12 Th. Ke-2 Rojab 1430 H, Rubrik Ulama Berfatwa asuhan Ustadz Abu Bakar al-Atsari خفظه الله, hal.48

Download:
Berqurban untuk Orang Tua yang Telah Meninggal: DOC atau CHM

Fatwa terkait:
1. Wajibkah Melaksanakan Ibadah Kurban
2. Lihat semua fatwa di bawah kategori QURBAN

Qadha atau Fidyah?

الحامل والمرضع، فإن الحامل والمرضع من أهل الأعذار إذا كان صومها يشق مع الحمل أو مع الإرضاع بحيث لا تستطيع أن ترضع ولدها أو أنها تتعب تعباً شديداً مع الصيام وإرضاع ولدها فإن لها أن تفطر

Syaikh Dr Abdul Aziz ar Rais mengatakan, “Wanita hamil dan menyusui itu termasuk orang yang mendapat keringanan dalam hal puasa.

Jika puasa dalam kondisi hamil atau menyusui itu memberatkannya. Yang dimaksud dengan memberatkannya adalah tidak bisa menyusui atau merasa capek luar biasa jika berpuasa sambil tetap menyusui anak. Dalam kondisi demikian, boleh bagi wanita hami dan menyusui untuk tidak berpuasa.

وأصح أقوال أهل العلم كما ذهب إلى هذا القاسم بن محمد وإسحاق بن راهويه وجمعٌ من أهل العلم وأفتى به اثنان من صحابة رسول الله صلى الله عليه وسلم أنها تُفطر ولا تقضي وتُطعم عن كل يوم مسكيناً هذا أصح أقوال أهل العلم

Baca lebih lanjut