Haid dan Nifas, Bolehkah Makan di Siang Hari

Soal:

Wanita haid dan wanita nifas, apakah keduanya boleh makan dan minum pada siang hari bulan Ramadhan?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Ya,mereka boleh makan dan minum pada siang hari bulan Rarnadhan. Namun, lebih baik hal itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi jika ada anak-anak dirumah, karena hal itu bisa menimbulkan masalah bagi mereka.[]

Disalin dari 52 Persoalan Sekitar Haid, Oleh Syaikh ibn Utsaimin, Terjemah Muhammad Yusuf Harun, Terbitan Yayasan al-Sofwa Jakarta, hal. 13 pertanyaan ke-8.

Membagi Makanan Saat Belajar

Soal:

Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh. Apakah termasuk hal yang dibenci mengedarkan makanan atau minuman disaat ta’lim atau belajar, selain khutbah. Abu Ismail-Sidareja Cilacap

Jawab:

Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.

Selama ini kami tidak mengetahui larangan mengedarkan makanan dan minuman di tengah ta’lim atau pengajian yang sedang berlangsung, kecuali ketika khotib sholat Jum’at sedang berkhotbah.

Kita tidak boleh mengatakan sesuatu itu hukumnya haram atau makruh kecuali ada dasar dari al-Qur’an atau Sunnah. Kalau demikian, berarti asal hukum perkara yang ditanyakan adalah dibolehkan kecuali apabila hal itu menimbulkan sesuatu yang dilarang seperti keributan atau memalingkan para pendengar dari apa yang disampaikan oleh pembicara, lebih-lebih apabila yang disampaikan adalah ayat-ayat Alloh عزّوجلّ, maka ini semua dilarang.

Alloh عزّوجلّ memerintahkan manusia untuk mendengarkan ayat-ayat-Nya apabila sedang dibacakan, bukan bersenda-gurau, atau menyibukkan diri dengan selainnya sebagaimana dalam firman-Nya: Baca lebih lanjut

Lihat Orang Makan Karena Lupa

قد يَنسى بعضُ المُسلِمين بعضًا مِن الأحكام، أو يغفل عن ذلِك، وبخاصَّةٍ في الأيَّام الأولى مِن رَمضان قد يَنسى الإنسَان نفسَه ويأكُل؛ لأنه لم يَعتدْ على الصِّيام -بعدُ- كما كان مُعتادًا على الطَّعام والأكل والشُّرب؛ فالنَّبي -عَليهِ الصَّلاةُ والسَّلامُ- قَالَ -في هؤلاء-: ” إذا نَسِي أحدُكُمْ فَأَكَلَ وشَرِب؛ فَلْيُتِمَّ صَومَه؛ فإنَّما أطعمه الله وسقاهُ “.

Syaikh Ali al Halabi mengatakan, “Sebagian kaum muslimin terkadang lupa atau lalai terhadap sebagian aturan syariat seputar puasa terutama pada hari-hari pertama bulan Ramadhan. Ada orang yang lupa bahwa dirinya sedang berpuasa sehingga dia makan. Ini dikarenنan dia tidak terbiasa berpuasa sebagaimana dia telah terbiasa makan dan minum. Untuk orang yang lupa semacam ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian lupa bahwa dirinya berpuasa lalu makan atau minum maka hendaknya tetap dia sempurnakan puasanya karena pada hakikatnya Allah memberi makan dan minum untuknya”.

إذًا: مَن أكل أو شَرب ناسيًا؛ فَليُتِمَّ صَومه ولا شيء عَليهِ، حتى لو أكل وشَبِع، حتى لو أكل لقمةً واحدة، أو غير ذلِك.

Jadi, siapa saja yang makan atau minum karena lupa bahwa dirinya sedang berpuasa hendaknya tetap meneruskan puasa dan tidak terbebani hukuman apapun meski dia makan sampai kenyang atau hanya sempat satu suap saja atau kemungkinan lainnya.

وهنا فائِدتان:

الفائدةُ الأولى: أن بعض النَّاس -يَجتهدون من عند أنفسهم- يقول الواحِد منهم: إذا رأيتَ إنسانًا قد نَسِي فأكل أو شَرب؛ فلا تُنكر عَليهِ؛ فإنما أطعمه الله وسقاه!

Catatan:
Sebagian orang memiliki pandangan nyleneh dengan mengatakan, ‘Jika anda melihat orang yang lupa bahwa dirinya berpuasa sehingga dia makan atau pun minum maka jangan diingatkan karena Allah memberi makan dan minum kepadanya’. Baca lebih lanjut