Jual Beli Barang yang Terdapat Gambar

Soal:

Apakah hukum jual beli barang-barang yang terdapat di dalamnya gambar-gambar wanita ataupun binatang seperti sabun contohnya, jika gambar-gambarnya dicabut orang tidak akan membelinya?

Jawab:

Syaikh Masyhur Hasan Salman خفظه الله menjawab :

Adapun hukum menjual barang-barang yang bergambar, kita memiliki dua hal: pertama al-ashlu (hukum asal jual beli) kedua azh-zhahir (yang nampak). Masalah yang wajib diketahui orang-orang sekarang adalah masalah al-ashlu dan azh-zhahir, mana yang diutamakan jika keduanya bertentangan? Jual beli sabun contohnya, hukum asalnya adalah halal, secara zahirnya dia haram karena ada gambarnya. Sebenarnya  gambar independen/terpisah dari sabun, sebab ketika anda membeli sebenarnya yang anda ingin beli adalah sabunnya bukan gambarnya, dan gambarnya akan dibuang dan dikoyak, oleh karena itu tidak ada masalah untuk membelinya dikembalikan kepada hukum asalnya.[]

Disalin dari Tanya Jawab bersama Masyaikh Markaz Imam Albani pertanyaan ke-19 (pertanyaan ke-19 memuat 2 soal) yang eBooknya dari AbuSalma.

Download:
Jual-Beli Barang yang Terdapat Gambar
Download Word

Memajang Pakaian Dengan Patung

Soal:

Bagaimana hukum menjual baju yang dipajang dengan menggunakan patung yang tidak ada kepala, kaki dan tangan ?

Jawab:

Memajang gambar makhluk bernyawa atau memajang patung yang bernyawa untuk tujuan apapun hukumnya haram,[1] bahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم memperingatkan. bahwa Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar dan patung yang bernyawa. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ

Baca lebih lanjut

Hukum Menjual Kitab-Kitab Wakaf dan Sejenisnya

Soal:

Ada beberapa kitab dan kaset yang dikasih oleh sebagian teman dan beberapa yayasan sosial dan bukan waqaf, maksud saya tidak tertera di sampul buku dan kaset tersebut tulisan (waqaf lillahi ta’ala), atau dihadiahkan dan tidak dijual, hanya tertulis harga kitab. Bolehkah menjualnya karena tidak membutuhkannya?

Bolehkah menjualnya karena ingin membeli kitab-kitab dan kaset-kaset yang lain?

Jawab:

Kitab-kitab dan kaset-kaset yang dibagikan secara cuma-cuma dari beberapa donator dan yayasan sosial termasuk waqaf, maka tidak boleh menjualnya dan tidak pula memperdagangkannya. Dan jika orang tersebut tidak membutuhkannya hendaklah ia memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan para sahabatnya. (Fatawa Lajnah Daimah untuk Riset lmu dan Fatwa 24/16)[]

Download:
Hukum Menjual Kitab-Kitab Wakaf dan Sejenisnya: PDF atau DOC

Terkait:
Hukum Menarik Wakaf


Sumber: www.islamhouse.com

Hukum Menjual Majalah Porno dan Lainnya

Soal:

Bolehkah sebuah toko buku menjual surat kabar dan majalah-majalah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar telanjang, berita-berita bohong, serta pujian terhadap orang-orang munafik dan fasik ?.

Dan apakah boleh sebuah toko buku menjual kitab-kitab yang mengandung ‘aqidah, dan pemikiran-pemikiran serta fiqh yang tidak sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih dengan tujuan melariskan kitab-kitab yang mengajarkan manhaj Salaf ?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Majalah-majalah yang berisi gambar-gambar telanjang atau porno, tidak di ragukan lagi tentang larangan penjualannya, karena menjual belikannya adalah haram.

Adapun mengenai kitab-kitab fiqh lainnya, maka bagi mereka yang ingin berhenti pada batasan-batasan syari’at, wajib baginya mengetahui kandungan kitab-kitab tersebut, berupa pendapat-pendapat, hukum dan pemikiran yang ada di dalamnya. Pada saat itulah di putuskan. Jika kandungan kitab-kitab tersebut lebih banyak benarnya maka boleh di jual, dan jika tidak demikian, maka tidak boleh kita katakan bahwa kitab-kitab tersebut boleh di jual secara mutlak. Dan seorang muslim tidak akan menemukan satu kitab pun yang selamat dari kesalahan, kecuali “Kitab Allah”, oleh sebab itu, jika di katakan setiap kitab yang terdapat kesalahan tidak boleh di jual, niscaya tidak akan ada kitab yang boleh di jual. Dengan demikian hendaklah masalah ini ditinjau dari mayoritas kandungan kitab tersebut.

Sumber :

Biografi Syaikh al-Albani, penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 226-227.