Bersentuhan Kulit Membatalkan Wudhu'?

Soal:

Apakah bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram membatalkan wudhu’ atau tidak? Manakah yang lebih rajih di antara keduanya? Dan apakah hadits yang mengatakan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mencium istrinya kemudian shalat tanpa berwudhu lagi, itu umum berlaku untuk kaum Muslimin juga? Jazakallah khairan.

‘Abdullah, Tangerang, 856912xxxx


Jawab:

Tentang laki-laki menyentuh perempuan apakah membatalkan wudhu’ atau tidak, terdapat 3 pendapat Ulama tentang hal ini:[1]

  1. Membatalkan wudhu’. Ini merupakan pendapat Imam Syafi’i dan Ibnu Hazm. Juga diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه  dan Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما.
  2. Membatalkan wudhu’ jika dengan syahwat. Ini merupakan pendapat Imam Malik رحمه الله dan Imam Ahmad رحمه الله dalam riwayat yang masyhur darinya.
  3. Tidak membatalkan wudhu’. Ini merupakan pendapat Imam Abu Hanifah رحمه الله dan muridnya, yaitu Muhammad bin Hasan asy-Syaibani. Juga pendapat Ibnu Abbas, Thawus, Hasan Bashri, ‘Atha’, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Baca lebih lanjut

Batalkah Wudhu Karena Menyentuh Lawan Jenis?

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, saya mau tanya, apakah bila suami istri yang telah berwudhu bersentuhan wudhunya batal? Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan banyak terimakasih. (Rilla, Bumi Alloh, +62811750xxxx)

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin رحمه الله pernah ditanya apakah menyentuh wanita membatalkan wudhu? Beliau menjawab: “Pendapat yang benar menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu kecuali jika keluar sesuatu dan kemaluannya. Hal ini berdasarkan hadits shohih (yang artinya): ‘Rosululloh mencium salah seorang isrrinya lalu melaksanakan sholat tanpa mengulang wudhunya.

Pada dasarnya tidak ada yang membatalkan wudhu kecuali terdapat dalil yang jelas lagi shohih yang menyatakan bahwa hal itu membatalkan wudhu. Dan seseorang pada dasarnya dianggap telah menyempurnakan wudhunya sesuai dengan dalil syar’i. Dan sesuatu yang telah ditetapkan dalil syar’i tidak bisa digugurkan kecuali dengan dalil syar’i pula. Jika ada yang bertanya, bagaimana dengan firman Alloh عزّوجلّ: Baca lebih lanjut