Sholat Qobliyah Subuh setelah Sholat Subuh

Soal:

Assalamu’alaikum, Suatu ketika saya tidak sempat melaksanakan sholat dua roka’at sebelum Subuh (Qobliyah Subuh), bolehkah saya melakukannya setelah sholat Subuh langsung, padahal ini adalah waktu yang dilarang? 081XX191XX02

Jawab:

Wa’alaikumussalam, di antara waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat adalah setelah sholat Subuh sampai matahari terbit setinggi tombak. Akan tetapi apabila seseorang mempunyai udzur sehingga belum sempat melaksanakan Qobliyah Subuh, maka dibolehkan untuk meng-qodho-nya setelah sholat Subuh, hal ini lantaran dia melaksanakan sholat ini, (Qobliyah Subuh) karena suatu sebab khusus, dan juga karena didasari oleh sebuah hadits.

عَنْ قَيْسٍ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الصُّبْحَ ثُمَّ انْصَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَنِي أُصَلِّي فَقَالَ مَهْلًا يَا قَيْسُ أَصَلَاتَانِ مَعًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَمْ أَكُنْ رَكَعْتُ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قَالَ فَلَا إِذَنْ

Baca lebih lanjut

Mengqadha' Puasa Tapi Lupa Jumlahnya

Soal:

Ada seorang Muslim yang tidak pernah berpuasa pada usianya yang telah lewat. Maksudnya, dia tidak berpuasa tanpa alasan syar’i. Sekarang dia menyesal dan bertaubat, tapi dia tidak ingat jumlah puasa yang telah ditinggalkan. Apa yang wajib atas dirinya ?

Jawab:

Puasa pada bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang ketiga. Seorang Muslim tidak boleh meninggalkan ataupun meremehkannya. Orang yang berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadhan tanpa ada alasan yang dibenarkan syariat, berarti dia telah melakukan perbuatan yang diharamkan, dan (juga) meninggalkan kewajiban yang agung. Orang seperti ini wajib bertaubat kepada Allah عزّوجلّ dan mengqadha’ puasa yang ditinggalkannya. Jika ia terlambat mengqadha’ (sampai masuk Ramadhan berikutnya-pent), maka terkena kafarat (denda), satu hari pelanggaran, dendanya memberikan makan kepada satu orang miskin dengan (ukuran) setengah sha’ makanan (dikalikan) hari-hari yang ditinggalkannya. Baca lebih lanjut

Qadha' Puasa Setelah Ramadhan Berikutnya

Soal:

Seorang wanita mempunyai hutang puasa Ramadhan yang ditinggalkannya karena haid, sekarang ini ia sedang hamil dan belum mengqadha’/ membayar puasa tersebut, sementara bulan Ramadhan yang akan datang sudah dekat, sehingga ia tidak dapat meng-qadha’nya kecuali sesudah bulan Ramadhan berikutnya, apakah yang harus ia lakukan?

Jawab :

Imam al-Albani رحمه الله menjawab:

Jika ia mampu mengqadha’ puasa Ramadhan yang wajib baginya seusai Ramadhan tersebut, itulah yang semestinya ia lakukan. Yang jelas ia segera melepaskan dirinya dari kewajiban itu. Namun jika ia wafat sebelum sempat melaksanakan dan membebaskan dirinya dari kewajiban itu, maka wajib baginya mewasiat-kan (kepada walinya~pent) untuk membayar kaffarah[1] sebagai pengganti puasanya.

Adapun jika ia tidak hamil dan tidak pula menyusukan anak, sedang ia mempunyai kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena haid, maka wajib baginya untuk mengqadha’. Jika belum sempat mengqadha’nya lalu ia hamil dan menyusui anak, maka diperbolehkan baginya untuk menunda mengqadha’-nya (walapun sesudah Ramadhan berikutnya) tanpa membayar fidyah dan kaffarah. (al-Ashaalah : 15/16, hal: 119-120)

Sumber :

Biografi Syaikh al-Albani, penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim, Penerbit Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal 245-246.


[1] Kaffarahnya adalah membayar fidyah kepada seorang faqir sebanyak jumlah hari yang ditinggalkannya.