Maksud Perkataan Ali رضي الله عنه

Soal:

Apa maksud ucapan Ali رضي الله عنه, “Hendaklah berkata kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Apakah kamu mau Allah dan Rasul-Nya didustakan?” Terkadang saya takut kalau kebenaran yang saya sampaikan kepada orang tua itu, mereka dustakan sehingga saya sering menunda dakwah. Syukron.

Abu Salim, Pemangkat
08215393xxxx

Jawab:

Maksud dari ucapan Sahabat Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه di atas ialah, hendaklah Saudara memperhatikan kemampuan berpikir dan kesiapannya dalam memahami topik pembicaraan yang sauadara sampaikan. Demikian pula dengan metodologi pendekatan yang saudara gunakan dalam menyampaikan pesan-pesan saudara. Karena itu tidak ada alasan menunda dakwah karena alasan ucapan Sahabat Ali رضي الله عنه di atas. Namun ucapan di atas adalah anjuran agar kita mengikuti skala prioritas dalam berdakwah, dimulai dari tema yang.ringan untuk dipahami dan mendasar yaitu tauhid kewajiban memurnikan ibadah kepada Allah عزّوجلّ, dan meneladani Sunnah Nabi dalam menjalankan ibadah kepada Allah عزّوجلّ. Adapun urusan menerima atau tidak maka itu sepenuhnya kuasa Allah:

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Baca lebih lanjut

Ibadah Harus dengan Tuntunan

Soal:

Membaca satu huruf al-Qur’an berpahala sepuluh kebaikan, baik si pembaca paham atau tidak. Apakah hal ini juga berlaku bagi orang yang membacanya dengan metode yang menyelisihi syariat, contohnya seperti mengkhatamkan al-Qur’an dalam satu hari?

Jawab:

Pahala yang dijanjikan dalam hadits tersebut tergantung pada dua syarat, yaitu: ikhlas dan mutaba’ah. Maka, apabila seseorang membaca/ mengkhatamkan al-Qur’an agar dipuji atau demi imbalan duniawi, ia tidak memperoleh pahala.

Pada hari Kiamat kelak akan dihadapkan kepada Allah  عزّوجلّ seorang yang rajin membaca al-Qur’an, Allah  عزّوجلّ  bertanya: “Apakah yang telah engkau kerjakan di dunia?”. Ia menjawab, “Aku telah mempelajari ilmu agama-Mu dan membaca al-Qur’an (demi mengharap) ridha-Mu. Allah membantahnya, “Dusta, sesungguhnya engkau membaca al-Qur’an hanya agar disebut Qari (pandai baca al-Qur’an)”. Maka, orang tersebut diseret dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya dan kemudian dilempar ke dalam neraka. (HR. Muslim no.1905, at-Tirmidzi no.2489, an-Nasa’i no. 3137).

Baca lebih lanjut