Cerai atau Bukan?

Soal:

Memberi peringatan istri dengan kata-kata “Kita pisah dulu saja”, apakah sudah termasuk cerai?

081336933xxx

Jawab:

Perlu diketahui bahwa tentang lafazh talak (cerai), para Ulama membagi menjadi dua:

1. Lafazh sharih (nyata; tegas) yaitu: lafazh yang ketika diucapkan dipahami sebaga talak dan tidak ada makna lain Contoh: “Engkau saya talak” “Engkau ditalak (dicerai)” dan semacamnya yang menggunakan kata “talak”. Jika seorang suami mengucapkan lafazh sharih talak ini, maka talak pun terjadi, baik dia bersendau-gurau, main-main, atau tidak berniat. Dalilnya adalah hadits di bawah ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثَلَاثٌ جَدُّهُنَّ جَدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tiga (perkara), bersungguh-sungguh pada tiga (perkara itu) berarti sungguh-sungguh, dan main-main pada tiga (perkara itu) berarti sungguh-sungguh, yaitu nikah, talak, dan rujuk.[1]

Baca lebih lanjut

Ingin Rujuk

Soal:

Assalamu’alaikum. Saya seorang akhwat (29 tahun) sudah 9 tahun menikah dan dikaruniai seorang putri. Karena sesuatu hal, enam bulan yang lalu suami ana menjatuhkan talak satu. Dan sekarang kami ingin rujuk. Bagaimanakah caranya? Terima kasih atas jawabannya. (Wati, Cirebon, +628782989Xxxx)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warohmarullohi wabarokatuh.

Ukhti, kami ikut gembira karena suami Ukhti ingin rujuk Insya Alloh hal itu akan membawa banyak manfaat buat anak yang selama ini kesepian ditinggal ayahnya. Demikian juga pasangan suami istri akan merasakan nikmat baru, insya Alloh, setelah berpisah sekian lamanya.

Jika istri yang salah, mudah-mudahan itu menjadi pelajaran untuk hail berikutnya. Itulah kebaikan suami yang memiliki belas kasih terhadap istrinya. Dan jika suami yang salah, mudah-mudahan juga menjadi pelajaran agar Ia tidak mengulangi kesalahannya itu.

Adapun caranya, jika Ukhti selama enam bulan tersebut hamil dan belum melahirkan, maka suami cukup mengajak kembali (rujuk) tanpa ada persyaratan apapun. Sebab masa iddah wanita hamil adalah sampai ia melahirkan, berdasarkan firman Alloh Ta’ala: Baca lebih lanjut