Hukum penggunaan Obat Tetes Hidung saat berpuasa

Para ulama sepakat bahwa orang berpuasa apabila memasukkan cairan obat, atau yang semisalnya selama tidak melampai hidung, tidak membatalkan puasa dan tidak wajib mengganti puasanya. Ini dianalogikan dengan menghirup air ketika berwudu’ saat puasa.

Tetapi ulama berselisih pendapat, apabila obat yang dimasukkan hingga melampai hidung, sehingga masuk ke tenggorokan bahkan ke kerongkongan. Apakah hal itu membatalkan puasa, sehingga wajib mengganti puasanya atau tidak?.

Pendapat pertama : membatalkan puasa

Berdalil dengan hadist Laqith bin Shabrah bahwa ia berkata, Ya Rasulullah beritahukan padaku tentang wudhu’!”. Beliau bersabda “ Berlebih-lebihanlah ketika berwudhu’. Dan berlebih-lebihanlah menghirup air, kecuali engkau sedang berpuasa”.

Mereka mengatakan, bahwa ini menunjukkan bahwa hidung akses menuju lambung. Oleh karena itu menggunakan obat tetes hidung dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca lebih lanjut

Tetes Darah yang Keluar Masa Haid dan Diluar Masa Haid

Soal:

Ada wanita yang kadang kala mendapatkan sedikit bekas darah atau beberapa tetes darah yang sedikit sekali yang terjadi secara terputas-putus dalam satu hari, sekali waktu dia dapatkan pada masa haid tetapi tidak keluar dan sekali waktu dia dapatkan bukan pada masa haid. Bagaimana hukum puasanya pada dua kondisi tersebut?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Baru saja dijawab pertanyaan serupa ini. Akan tetapi ada hal lain, jadi pada masa haid dan dia menganggapnya dari jenis haid yang biasa dia kenal, maka darah itu adalah darah haid.[]

Disalin dari 52 Persoalan Sekitar Haid, Oleh Syaikh ibn Utsaimin, Terjemah Muhammad Yusuf Harun, Terbitan Yayasan al-Sofwa Jakarta, hal. 12-13 pertanyaan ke-7.

Tetes Darah Keluar di Bulan Ramadhan

Soal:

Apabila keluar dari seorang wanita pada siang hari bulan Ramadhan beberapa tetes darah dan hal ini berlangsung selama bulan Ramadhan sedangkan dia tetap berpuasa, apakah sah puasanya itu?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Ya, sah puasanya. Adapun tetesan darah ini bukan apa-apa, karena merupakan darah yang keluar disebabkan luka atau sakit (pendarahan). Ali bin Abu Talib radhiyallahu anhu berkata:

“Sesungguhnya tetesan darah yang terjadi ini sebagaimana halnya darah yang keluar dari hidung, bukanlah darah haid”.

Demikian diriwayatkan dari beliau.[]

Disalin dari 52 Persoalan Sekitar Haid, Oleh Syaikh ibn Utsaimin, Terjemah Muhammad Yusuf Harun, Terbitan Yayasan al-Sofwa Jakarta, hal. 10 pertanyaan ke-3.

Memakai Obat Tetes Mata, Telinga dan Hidung

Soal:

Apa hukumnya memakai obat-obatan luar badan berupa obat tetes mata, telinga atau hidung?

Jawab:

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله menjawab:

Selama obatan-obatan tersebut di atas tidak tertelan, maka dibolehkan bagi sesorang yang sedang berpuasa untuk memakainya.

Terlepas dari masalah di atas, saya katakan sesungguhnya keluar dari perkara ini adalah bagi orang yang sakit keras, maka ia  diperbolehkan untuk berbuka sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah bagimu berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah/2: 184)

Dengan demikian,  apabila sesorang sakit sementara ia membutuhkan pengobatan, maka kami nasehatkan supaya tidak berpuasa tetapi ia wajib menqadhanya apabila sudah sembuh dari penyakitnya.


Disalin dari Fatwa-fatwa Ramadhan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Lihat pula:
Hukum Menggunakan Pasta Gigi dan Obat Tetes Ketika Berpuasa