Hukum Ucapan Selamat Natal

Soal:

Apa hukum mengucapkan selamat Natal kepada orang Nasrani? Karena saya punya paman yang memiliki tetangga Nasrani. Pamanku memberikan ucapan selamat Natal sebagaimana dia juga mengucapkan selamat pada hari raya Islam. Apakah ini diperbolehkan? Berikanlah fatwa kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan kepada kalian.

Jawab:

Tidak boleh seorang muslim memberikan ucapan selamat Natal kepada kaum Nasrani, karena hal itu termasuk tolong-menolong dalam dosa yang terlarang. Allah Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS al-Ma’idah [5]: 2)

Baca lebih lanjut

Hukum Ikut Perayaan Natal

Soal:

Sebagian kaum Muslimin ikut serta dalam perayaan Natal. Apa nasihat Anda?

Jawab:

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab:

Tidak boleh bagi seorang muslim dan muslimah untuk ikut serta dengan Yahudi, Nasrani, atau orang-orang kafir lainnya dalam perayaan mereka, bahkan harus ditinggalkannya, sebab barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memperingatkan kita agar tidak menyerupai mereka atau mengikuti jejak mereka.

Maka wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mewaspadai hal itu dan tidak membantu mereka dengan bentuk apa pun karena itu adalah perayaan-perayaan yang menyelisihi syariat. Tidak boleh ikut bergabung dengan mereka, tolong-menolong dengan mereka atau membantu mereka dengan bentuk apa pun baik sekadar dengan teh, kopi, atau piring dan sejenisnya, karena Allah Ta’ala berfirman: Baca lebih lanjut

Hukum Mengucapkan Selamat Datangnya Ramadhan

Soal:

Sering kita mendengar, banyak kaum muslimin yang mengucapkan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan. Misalnya mengucapkan “Ramadhan Mubarak.” Apakah perbuatan ini boleh dalam syari’at?

Jawab:

Pertanyaan ini telah dijawab oleh dua ‘ulama besar masa ini:

1. Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله:

Ramadhan merupakan bulan yang agung. Bulan penuh barakah yang kaum muslimin bergembira dengannya. Dan dulu Nabi صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya رضي الله عنهم bergembira dengan datangnya Ramadhan. Dulu Nabi صلي الله عليه وسلم juga memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya tentang datangnya Ramadhan.

Apabila kaum muslimin bergembira dengan datangnya Ramadhan, dan memberikan kabar gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, satu sama lain saling mengucapkan selamat dengan datangnya Ramadhan, maka hal ini tidak mengapa, sebagaimana hal ini juga biasa dilakukan oleh para salafush shalih.

Karena memang bulan ini adalah bulan yang agung, penuh barakah, dan muslimin gembira dengannya, sebab bulan ini bulan penghapusan kesalahan, pemaafan dosa, dan bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan amal shalih.

2. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan خفظه الله:

Mengucapkan selamat datangnya bulan Ramadhan tidak mengapa. Karena dulu Nabi صلي الله عليه وسلم memberikan berita gembira kepada para shahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan, memberikan semangat kepada mereka untuk memperbanyak amal shalih padanya. Allah سبحانه و تعالي telah berfirman :

قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ

“Katakanlah dengan keutamaan Allah dan rahmat-Nya maka dengan itu bergembiralah kalian.” (QS. Yunus[10]: 58)

Jadi ucapan selamat dan kegembiraan dengan datangnya bulan Ramadhan menunjukkan semangat yang besar terhadap kebaikan. Dulu para salafush shalih juga biasa mengucapkan selamat satu sama lain dengan datangnya bulan Ramadhan dalam rangka mencontoh Nabi صلي الله عليه وسلم. Sebagaimana dalam hadits dari shahabat Salman dalam kisah yang panjang, di dalamnya Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

أيها الناس‏‏ قد أظلكم شهر عظيم مبارك

“Wahai umat manusia, telah datang kepada kalian bulan agung yang penuh barakah …”. [1]


[1] HR. Al-Baihaqi. Hadits dengan lafazh ini dha’if, bahkan dalam kitab Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله menyatakannya sebagai hadits munkar.

Namun terdapat hadits lain dengan lafazh:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, syahrun mubarak … ” (HR. An-Nasa`i)

Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani رحمه الله dalam Shahih Sunan An-Nasa`i

Sumber: assalafy.org dengan judul Hukum Mengucapkan Selamat Dengan Datangnya Bulan Ramadhan