1 Wudhu’ Bagi Wanita yang Terus Keluar Cairan

Soal:

Apablia seorang wanita yang terus-menerus keluar cairan dari dirinya berwudhu untuk shalat fardhu, apakah sah baginya melakukan shalat sunat sesuka hatinya atau membaca Al-Qur’an dengan wudhu untuk shalat fardhu tersebut sehingga masuk waktu fardhu yang selanjutnya?

Jawab:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Jika berwudhu untuk shalat fardhu pada permulaan waktu, maka boleh baginya melakukan shalat fardhu dan sunat sesukanya, juga membaca Al-Qur’an, hingga masuk waktu shalat yang lain.[]

Disalin dari 52 Persoalan Sekitar Haid, Oleh Syaikh ibn Utsaimin, Terjemah Muhammad Yusuf Harun, Terbitan Yayasan al-Sofwa Jakarta, hal. 29 pertanyaan ke-28.

Bersentuhan Kulit Membatalkan Wudhu'?

Soal:

Apakah bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram membatalkan wudhu’ atau tidak? Manakah yang lebih rajih di antara keduanya? Dan apakah hadits yang mengatakan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mencium istrinya kemudian shalat tanpa berwudhu lagi, itu umum berlaku untuk kaum Muslimin juga? Jazakallah khairan.

‘Abdullah, Tangerang, 856912xxxx


Jawab:

Tentang laki-laki menyentuh perempuan apakah membatalkan wudhu’ atau tidak, terdapat 3 pendapat Ulama tentang hal ini:[1]

  1. Membatalkan wudhu’. Ini merupakan pendapat Imam Syafi’i dan Ibnu Hazm. Juga diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه  dan Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما.
  2. Membatalkan wudhu’ jika dengan syahwat. Ini merupakan pendapat Imam Malik رحمه الله dan Imam Ahmad رحمه الله dalam riwayat yang masyhur darinya.
  3. Tidak membatalkan wudhu’. Ini merupakan pendapat Imam Abu Hanifah رحمه الله dan muridnya, yaitu Muhammad bin Hasan asy-Syaibani. Juga pendapat Ibnu Abbas, Thawus, Hasan Bashri, ‘Atha’, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Baca lebih lanjut