Orang Tua Menafkahi Dengan Harta Haram

Soal:

Assalamu’alaikum. Ana mau tanya, ana seorang anak yang duduk di kelas 3 SMK. Ana tinggal bersama keluarga yang jauh dari agama, semuanya tidak shalat kecuali ana. Kemudian, orang tua menafkahi ana dengan cara yang haram. Bagaimana solusinya karena pada saat ini ana belum bisa cari uang sendiri karena masih sekolah dan ana takut amalan ibadah ana tidak diterima Allah karena ana diberi makan dari cara yang haram. Mohon nasihatnya.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Hendaknya antum jangan henti-henti menasihati orang tua dan keluarga. Kalau semua pendapatan orang tua atau sebagian besar haram maka tidak boleh antum memakan darinya kecuali dalam keadaan darurat seperti kesusahan yang sangat. Apabila nanti antum sudah mampu maka segera mencari uang sendiri yang halal. Amalan ibadah tetap diterima bila memenuhi syarat diterimanya ibadah.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.6 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

“Riyadhush Shalihin” Ba’da Maghrib

Soal:

Assalamu’alaikum. Tanya, Ustadz. Di tempat kerja ana, dibacakan Riyadhush Shalihin setiap setelah shalat Maghrib setelah baca istighfar tiga kali, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu … dst., Allahumma antassalam … dst, baru baca Riyadhush Shalihin. Namun, ada salah seorang ikhwan mengatakan kalau itu bid’ah: “Selesaikan dahulu dzikirnya”, tapi teman yang baca ini beralasan juga: “Kalau sampai selesai dzikirnya, jama’ah bubar dan ilmu tidak sampai, ini di lingkungan kerja yang jama’ahnya sudah lelah, capek, ada yang masuk malam.” Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Kalau bisa, digabungkan keduanya: dzikir sampai dengan selesai dan pembacaan hadits. Sebaiknya dimusyawarahkan bersama, setelah itu diumumkan: “Bagi yang berkenan mendengar silakan duduk, dan bagi yang ada keperluan silakan meninggalkan tempat, tidak ada keharusan.” Perkaranya tidak sampai kepada bid’ah.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.6 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Diagnosis Korban Santet

Soal:

Assalamu’alaikum.

Ustadz. Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang itu kena santet atau tidak, dan bagaimana cara mengetahui benda sihir itu dan siapa yang sudah menyihir. Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Di antaranya dengan meruqyah orang yang dicurigai terkena santet/sihir. Benda sihir bisa diketahui dari jin yang diperintah untuk mengganggu tersebut atau dengan mencari-cari barang-barang yang mencurigakan di sekitar rumah. Orang yang menyihir terkadang diketahui dari jinnya juga, atau diketahui dengan melihat orang-orang yang pernah punya masalah dengan yang disihir. Hanya, seseorang jangan mudah membenarkan pengakuan seorang jin atau dukun karena mereka banyak berdusta dan banyak mengadu domba.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.6 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Larangan Baca al-Qur’an di Kuburan

Soal:

Assalamu’alaikum. Mau tanya dalil yang menerangkan la-rangan baca al-Qur’an di kuburan. Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah membaca al-Qur’an di atas kuburan, demikian pula tidak dilakukan oleh para sahabat beliau رضي الله عنهم. Bahkan ada hadits mengisyaratkan bahwa kuburan bukan tempat membaca al-Qur’an, seperti sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaithan lari dari ramah yang dibacakan di dalamnya Surat al-Baqarah.” (HR Muslim)

Di dalam hadits ini beliau صلى الله عليه وسلم melarang kita menjadikan rumah-rumah kita sebagai kuburan, ada yang mengatakan “maksudnya sepi dari bacaan al-Qur’an”; hal itu menunjukkan bahwa kuburan bukan tempat untuk membaca al-Qur’an. Kuburan diziarahi dengan cara mengucapkan salam bagi penghuninya dan mengingat kematian.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.5 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Mengurus Bayi Dengan Tuntunan Nabi

Soal:

Assalamu’alaikum. Saya mau tanya bagaimana tata cara mengurus bayi baru lahir sesuai dengan tuntunan Nabi صلى الله عليه وسلم, baik laki laki atau perempuan. Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Ditahnik, dikhitan, dicukur rambutnya pada hari ketujuh, diberi nama pada hari ketujuh, diaqiqahi.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.5 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Shalat Maghrib Witirnya Shalat Fardhu?

Soal:

Assalamu’alaikum, saya pernah mendengar ceramah yang menyatakan “Shalat Maghrib merupakan witirnya shalat fardhu”. Saya mohon ditunjukkan dalilnya. Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

صَلَاةُ الْمَغْرِبِ وِتْرُ النَّهَارِ

“Shalat Maghrib adalah witir siang.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dalam Musnad beliau 8/456 No. 4847 dari Abdullah ibn Umar رضي الله عنهما, dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatuhu No. 6720.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.5 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Siapakah Orang Fasik?

Soal

Assalamu’alaikum. Maaf, tanya Ustadz, kita harus “mengecek info dari orang fasik”. Pertanyaan saya, siapa yang dimaksud dengan orang fasik? Apa kalau sekali berbuat dosa langsung dicap sebagai orang fasik? Terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Orang fasik adalah orang yang melakukan dosa besar dan belum bertaubat darinya, meskipun hanya sekali melakukan dosa besar tersebut. Dosa besar adalah dosa yang pelakunya diancam dengan neraka, atau laknat, atau qishash di dunia, seperti: membunuh tanpa hak, berzina, berdusta, mencuri, riba, dan lain-lain.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.4 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Syukuran Dengan Nasi Tumpeng

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, di tempat ana ada syukuran biasa dan tidak ada bid’ahnya. Tapi, makannya nasi tumpeng, apa boleh dimakan, Ustadz? (Ikhwan di Gresik)

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Boleh dimakan, namun tuan rumah perlu dinasihati, kalau dikhawatirkan terjadi keyakinan yang tidak benar tentang nasi tumpeng maka sebaiknya syukurannya tanpa nasi tumpeng saja.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.4 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Sujud Tilawah Dalam Keadaan Suci?

Soal:

Assalamu’alaikum.

Barakallahu fika. Afwan, Ustadz, ana mau tanya apakah setiap sujud tilawah ketika membaca al-Qur’an harus dalam keadaan suci? Setelah sujud apakah ada salamnya? Mohon penjelasannya. Syukran, jazakallahu khairan. (Nur, Jateng)

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Wa fika barakallahu. Pendapat yang lebih kuat, sujud tilawah di luar shalat tidak disyaratkan dalam keadaan suci karena sujud tilawah bukan shalat, ia hanyalah satu ibadah yang menunjukkan ketundukan kepada Allah.

Al-Imam al-Bukhari رحمه الله membawakan atsar dari Abdullah ibn Umar رضي الله عنهما bahwa beliau dahulu sujud tanpa berwudhu. (Shahih al-Bukhari 2/32)

Sujud tilawah di luar shalat juga tidak ada salam setelahnya karena tidak adanya dalil. Perlu diketahui bahwa menyentuh mushhaf harus dalam keadaan suci menurut mayoritas ulama.[]

Sumber: Majalah Al-Furqon No.149 Ed. 01 Th. Ke-14, hal.4 Rubrik Soal-Jawab Asuhan Ustadz Abdullah Roy, Lc, MA.

Hukum Penggunaan Salep dan Obat Tempel saat Berpuasa

Di dalam kulit terdapat pembuluh-pembuluh darah yang akan menyerap sesuatu yang diletakkan di atas kuli, melalui pembuluh kapiler, penyerapan ini berjalan sangat lambat.

Sebagian obat dapat sampai keseluruh tubuh melalui obat yang ditempelkan diatas kulit. Melalui penempelan obat tersebut, kemudian masuk ke dalam kulit secara pelan-pelan dan terus menerus dalam beberapa jam, hari, bahkan lebih. Hal tersebut bertujuan agar jumlah obat tersebut senantiasa tetap di dalam darah.

Obat yang ditempel sangat bermanfaat untuk memasukkan obat yang diserap tubuh dengan cepat. Karena obat jenis ini apabila digunakan dengan cara lain, haruslah digunakan terus menerus. Oleh karena itu, obat-obat yang mungkin pemberiannya melalui penempelan, hanya obat yang berdosis kecil setiap harinya, seperti nitrogliserin patch untuk penderita angina, nikotin yang di tempelkan untuk membantu berhenti dari merokok, dll.

Baca lebih lanjut